DPR Dukung Strategi Hilirisasi Pertanian Rp371 Triliun untuk Kedaulatan Pangan

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam melakukan transformasi sektor pertanian.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:15 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR/aa.

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR/aa.

Matamata.com - Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam melakukan transformasi sektor pertanian.

Kebijakan ini dinilai strategis dalam memberikan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat kedaulatan dan kemandirian pangan nasional.

"Inisiatif Kementerian Pertanian dalam mengkreasi kebijakan yang solutif sangat layak dicermati dan dijadikan contoh," ujar Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/12).

Bamsoet menyoroti konsistensi hilirisasi produk pertanian yang tengah digarap Kementerian Pertanian (Kementan). Proyeksi investasi senilai Rp371 triliun yang difokuskan pada 14 komoditas strategis—seperti kelapa sawit, kelapa, tebu, kakao, kopi, hingga gambir—diyakini mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan.

"Ini adalah jawaban konkret di tengah ancaman pengangguran," kata Bamsoet merujuk pada potensi penyerapan hingga 8,6 juta tenaga kerja baru dari program tersebut.

Dalam refleksi akhir tahun 2025, Bamsoet juga mengapresiasi respons cepat Mentan dalam membantu korban bencana banjir di wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) yang berdampak pada 3,3 juta jiwa.

Ia menilai inisiatif Kementan menjadi solusi nyata di tengah tekanan ekonomi nasional, di mana angka pengangguran mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025 menurut data BPS.

Menurutnya, sinergi untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri juga merupakan langkah kunci dalam memerangi penyelundupan dan gempuran produk impor ilegal yang menekan sektor UMKM dan manufaktur.

"Inisiatif Mentan dalam mendorong produktivitas demi memerangi penyelundupan adalah kombinasi solutif untuk mereduksi kompleksitas persoalan sekarang," tambahnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa hilirisasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan memastikan kekayaan alam tidak lagi keluar dalam bentuk mentah.

Baca Juga: Pemprov NTB Alihkan Kendaraan Dinas ke Sewa Mobil Listrik Mulai 1 Januari 2026

"Kita tidak boleh lagi membiarkan kekayaan alam kita keluar dalam bentuk mentah. Hilirisasi pertanian adalah kunci kemandirian," tegas Amran.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan pabrik pengolahan di dekat sentra produksi akan menciptakan nilai tambah berkali-kali lipat. Langkah ini, menurut Amran, merupakan implementasi visi Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan pada Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi ekonomi nasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai ter...

news | 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan...

news | 14:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembeb...

news | 13:15 WIB

Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Maruf Amin, menegaskan visi besar transfo...

news | 13:00 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menggelar Manasik Haji Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Rab...

news | 12:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otorit...

news | 11:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan ekonomi nasional. ...

news | 09:15 WIB

Satgas PRR mengumumkan 25 ribu rumah korban bencana di Sumatera siap terima dana bantuan Rp15-30 juta. Penyaluran serent...

news | 08:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengaktifkan kembali 106 ribu peserta PBI JKN pengidap penyakit katastropik. Simak kriteria verif...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM menawarkan sejumlah proyek strategis hidrogen hijau di Lampung, Sulawesi, hingga Jawa dalam ajang GHES ...

news | 06:00 WIB