Indonesia-UEA Kaji Kebijakan Bebas Visa dan Penambahan Rute Penerbangan Langsung

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini diharapkan dapat mempermudah mobil

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:15 WIB
Indonesia-UEA Kaji Kebijakan Bebas Visa dan Penambahan Rute Penerbangan Langsung

Indonesia-UEA Kaji Kebijakan Bebas Visa dan Penambahan Rute Penerbangan Langsung

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga kedua negara serta mendukung layanan bagi jamaah umrah.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menko Yusril dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhahheri, di Jakarta. Menko Yusril menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis.

“Selain keimigrasian, pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yusril dalam keterangannya, Rabu (11/2).

Ekspansi Penerbangan Abu Dhabi ke Medan dan Surabaya Merespons penguatan kerja sama ini, Dubes UEA Abdulla Salem Aldhahheri mengungkapkan bahwa maskapai Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Abu Dhabi menuju Medan dan Surabaya.

Tak hanya itu, Emirates Airlines kini sedang mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar guna meningkatkan konektivitas antara kedua negara. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan warga UEA ke Indonesia.

Diversifikasi Sektor Strategis Hubungan bilateral yang telah terjalin selama 50 tahun ini kini mulai bergeser dari sektor tradisional (minyak dan gas) ke arah teknologi tinggi dan kemanusiaan. Beberapa kerja sama konkret yang tengah berjalan meliputi:

  • Kesehatan: Pembangunan rumah sakit jantung di Solo dan peningkatan kapasitas dokter spesialis.
  • Pendidikan: Kerja sama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dengan Universitas Zayed.
  • Lingkungan: Pengembangan pusat studi bakau di Bali dan energi terbarukan (panas bumi).

“Hubungan kedua negara kini telah berkembang ke sektor strategis yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta mendorong alih pengetahuan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Abdulla. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut ulama sebagai lentera dan kompas bangsa saat menghadiri Ngaji Kebangsaan ber...

news | 13:12 WIB

Perum Bulog menjamin pasokan Minyakita seharga Rp15.700 per liter tetap aman dan diprioritaskan untuk pasar-pasar SP2KP....

news | 13:08 WIB

Film "People Pleaser" yang dibintangi Mawar De Jongh siap tayang 19 November 2026. Angkat cerita humor dan haru tentang ...

news | 10:15 WIB

Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui keunggulan Timnas Indonesia usai kalah 0-2 di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak evaluasi p...

news | 09:15 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal dan diaspora usai laga melawan Singapu...

news | 08:15 WIB