Mentan Amran Ancam Pecat Pejabat yang Berani "Main" dengan Bantuan Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk menjaga integritas dalam penyaluran bantuan kepada petani. Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk praktik jual beli bantuan maupun

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:15 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementan

Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk menjaga integritas dalam penyaluran bantuan kepada petani. Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk praktik jual beli bantuan maupun pungutan liar (fee) di lapangan.

“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Amran saat melantik 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Pelantikan ini mencakup pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Sistem Meritokrasi dan Pengawasan HET Mentan menjelaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja atau meritokrasi, tanpa adanya intervensi maupun praktik korupsi dan kolusi. Selain integritas, Amran menitipkan pengawasan ketat terhadap distribusi alat mesin pertanian (alsintan) serta stabilitas harga pupuk agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Nilai Anda murni dari kinerja. Kami menerapkan sistem yang bebas dari korupsi dan intervensi,” ujarnya.

Agenda Strategis: Cetak Sawah hingga Ekspor Beras Kepada para pejabat baru, Mentan menginstruksikan percepatan sejumlah program strategis, mulai dari optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, hingga penguatan hilirisasi. Ia juga meminta laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) dievaluasi secara disiplin.

Amran turut menyoroti peran penting Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang kini berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Menurutnya, PPL adalah garda terdepan untuk memastikan inovasi dan kebijakan sampai ke tangan petani.

Capaian Global dan Target Swasembada Dalam sambutannya, Mentan mengeklaim Indonesia telah mencatatkan lompatan kinerja yang diakui dunia. Ia menyebut kontribusi petani Indonesia berhasil membantu stabilitas pangan global dan menurunkan harga beras dunia.

Ke depan, Kementan membidik target yang lebih ambisius, yakni ekspor beras secara rutin dan pencapaian swasembada gula putih tanpa ketergantungan impor.

“Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” pungkas Amran. (Antara)

Baca Juga: LMKN: Platform Digital Wajib Bayar Royalti Musik, Kreator Konten Tidak Dibebani

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta'aruf) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pe...

news | 14:15 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai langkah nyata dalam membantu pemulihan pascabencana dengan merevitalisasi 500 ruma...

news | 13:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap motif di balik dugaan suap yang melibatkan anak usaha Kementerian Keuangan...

news | 12:30 WIB

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memberikan penegasan terkait kewajiban pembayaran royalti musik di ranah digi...

news | 11:46 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi temuan KPK soal safe house Bea Cukai. Purbaya mengaku sudah lama tahu adanya ruma...

news | 09:15 WIB

Analis Hendri Satrio menilai Prabowo Subianto masih menjadi figur terkuat untuk Pilpres 2029. Simak analisis strategi pe...

news | 08:15 WIB

Sekjen Gerindra Sugiono merespons dukungan PAN dan PKB agar Presiden Prabowo maju kembali di Pilpres 2029. Gerindra sebu...

news | 07:15 WIB

Ketua Banggar DPR Said Abdullah meminta Presiden Prabowo memimpin langsung reformasi sektor keuangan dan fiskal menyusul...

news | 06:00 WIB

Pengamat Farid Subkhan dan CIO Danantara Pandu Sjahrir tegaskan peran Danantara sebagai pemain pasar, bukan regulator. S...

news | 17:15 WIB

Mendag Budi Santoso dorong produsen perbanyak 'second brand' minyak goreng untuk dampingi Minyakita jelang Lebaran 2026....

news | 16:15 WIB