Menkomdigi Meutya Hafid Uji Coba Perlinsos Digital di Sleman, Salurkan Bansos Tepat Sasaran
matamata.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih sebagai salah satu wilayah uji coba (piloting) program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Meutya menjelaskan, program ini merupakan inisiasi langsung Presiden Prabowo Subianto agar hak penerima bantuan terpenuhi secara adil. Menurutnya, digitalisasi mengubah penilaian penerima bansos menjadi berbasis sistem (by system), bukan lagi ditentukan oleh figur lokal seperti lurah, sehingga lebih transparan dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikan Meutya saat meninjau uji coba portal Perlinsos di Kalurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Program Perlinsos Digital mengusung dua prinsip utama, yakni ketepatan data serta efisiensi waktu dan biaya. Lewat integrasi data kependudukan, masyarakat dapat mendaftar mandiri dari rumah tanpa perlu melengkapi dokumen fisik yang membutuhkan biaya cetak maupun transportasi.
Dalam skema ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bertugas menyediakan infrastruktur pertukaran data yang aman dan cepat.
"Target kita prosesnya selesai dalam hitungan menit. Berdasarkan penuturan warga, pendaftaran bisa rampung hanya dalam waktu 5 menit. Tugas Komdigi adalah memastikan 'jalan tol' pertukaran data ini lancar dan sistem keamanannya terjaga," ujar Meutya.
Meutya juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan Perlinsos Digital. Ia menegaskan seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya dan hanya dapat diakses melalui situs resmi berdomain .go.id.
Seluruh hasil evaluasi uji coba di Sleman akan dibahas bersama Kementerian Sosial untuk penyempurnaan sebelum diterapkan secara nasional.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut positif penunjukan wilayahnya. Ia mencatat, hingga minggu pertama Agustus 2026, sebanyak 76.315 kepala keluarga (KK) telah terdaftar di portal Perlinsos Sleman dengan pendampingan 2.862 agen lapangan.
Dari jumlah tersebut, pendaftaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mencapai 75.231 penerima (43.433 di antaranya berpotensi layak). Sementara untuk Program Keluarga Harapan (PKH), terdaftar 68.876 penerima (29.458 di antaranya berpotensi layak).
Baca Juga: Danantara Tegaskan Peran Strategis BUMN dalam Ekosistem Perdagangan Nasional
"Para agen kami aktif menjemput bola hingga tingkat kalurahan dan padukuhan setiap hari untuk mendampingi warga yang belum terbiasa dengan akses digital," kata Harda.
Sebagai fondasi data, Pemkab Sleman juga menggenjot Gerakan AKSI PD (Aku Siap Aktivasi IKD) untuk pendaftaran Identitas Kependudukan Digital. Integrasi teknologi ini diharapkan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Sleman, yang berada di angka 6,73 persen pada 2025. (Antara)