Danantara Tegaskan Peran Strategis BUMN dalam Ekosistem Perdagangan Nasional
matamata.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan peran penting Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung ekosistem perdagangan nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun sistem perdagangan yang terintegrasi, inklusif, dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Senior Vice President (SVP) Strategic Technology Initiatives Danantara, Ariya Sanjaya, menjelaskan bahwa ekosistem perdagangan nasional terdiri dari berbagai elemen yang saling terhubung, mulai dari penjual, pembeli, perbankan sebagai penyedia pembiayaan, hingga sektor logistik, pergudangan, dan asuransi.
"Semua elemen ini jika kita bangun bersama, kita bisa memperkuat ekosistem perdagangan nasional kita," ujar Ariya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ariya mengungkapkan, salah satu wujud nyata pelibatan UMKM oleh BUMN dapat dilakukan melalui proses pengadaan barang dan jasa. Langkah ini diharapkan mampu meratakan pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
"Kami berdiskusi bagaimana pengadaan di BUMN bisa kita anggarkan untuk UMKM. Ini tantangan bersama, bagaimana agar industri nasional kita terus tumbuh," tuturnya.
Sebagai contoh, Ariya menyoroti langkah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang konsisten menggerakkan transformasi platform Pasar Digital (PaDi) UMKM. Platform ini berfungsi sebagai wadah pengadaan barang dan jasa bagi BUMN.
PaDi UMKM mempertemukan pelaku UMKM dengan BUMN untuk mengoptimalkan serta mempercepat transaksi belanja perusahaan negara secara efisien. Selain itu, platform ini mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM dengan Telkom Indonesia bertindak sebagai agregator.
Ariya menambahkan, transformasi PaDi UMKM menjadi prioritas karena platform tersebut mengutamakan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
"PaDi UMKM adalah bagian penting dari ekosistem BUMN. Sesuai mandat Danantara, kami berkomitmen mengoptimalkan aset BUMN, termasuk potensi besar yang ada di dalam PaDi UMKM," kata Ariya. (Antara)