BGN Integrasikan Data Dukcapil Kemendagri demi Ketepatan Penerima Makan Bergizi Gratis

BGN dan Kemendagri resmi mengintegrasikan data Dukcapil untuk mengeliminasi data ganda penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mewujudkan prinsip one person, one benefit.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:30 WIB
BGN Integrasikan Data Dukcapil Kemendagri demi Ketepatan Penerima Makan Bergizi Gratis

BGN Integrasikan Data Dukcapil Kemendagri demi Ketepatan Penerima Makan Bergizi Gratis

matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkuat sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengintegrasikan data kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil).

Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mengeliminasi data ganda di lapangan.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, pemutakhiran data bersama Kemendagri mendesak dilakukan setelah pihaknya menemukan adanya ketidaksesuaian antara pencatatan administratif dan kondisi faktual.

"Dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, kami menemukan ada praktik lama, ada data-data yang dobel. Ada nama-nama yang secara administratif terdaftar banyak, tetapi ternyata belum menerima layanan," ujar Sudaryono di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Guna menuntaskan persoalan tersebut, BGN dan Kemendagri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penggunaan data kependudukan. Pembenahan basis data ini ditekankan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola MBG agar lebih transparan dan akuntabel.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, pemanfaatan data Dukcapil memungkinkan BGN mendata penerima manfaat secara terperinci by name by address, mencakup anak-anak hingga ibu hamil.

"Jadi tidak hanya data kuantitatif berupa angka jumlah penerima, tetapi siapa individu penerimanya bisa terdata akurat. Prinsip yang ingin kita wujudkan adalah one person, one benefit untuk mencegah pencatatan ganda," tegas Tito.

Ke depan, integrasi data ini juga berpotensi diperluas ke sektor kesehatan. Hal tersebut dirancang untuk memantau indikator perkembangan fisik penerima manfaat secara berkala, seperti tinggi dan berat badan anak.

Sudaryono menegaskan bahwa BGN siap berkolaborasi erat dengan seluruh pemerintah daerah agar pemutakhiran data penerima MBG dapat berjalan secara optimal di tingkat tapak. (Antara)

Baca Juga: Prabowo sebut Gaji Hakim Junior Naik 280 Persen, Di Atas Rata-Rata ASEAN

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR usul Bank Indonesia (BI) manfaatkan riwayat transaksi QRIS sebagai basis analisis pembiayaan perbankan demi dorong U...

news | 10:32 WIB

Kementerian PKP mempercepat program Bedah Rumah di Jakarta pada 2027 melalui skema transparan Tender Rakyat. Simak krite...

news | 09:00 WIB

Pemain timnas Malaysia Dion Cools mengaku bangga timnya mampu mengamankan satu poin usai menahan imbang Indonesia 0-0 pa...

news | 08:00 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puji atmosfer SUGBK saat lawan Malaysia dan minta suporter kembali padati stadion ...

news | 07:15 WIB

Pakar hukum Ari Yusuf Amir mendesak peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam RUU Perampasan Aset untuk melindung...

news | 15:19 WIB