Kemenhaj Gelar Manasik Haji Nasional 2026 Serentak, Fokus pada Kesiapan Fisik dan Fikih

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menggelar Manasik Haji Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (11/2). Agenda besar ini dilakukan sebagai persiapan matang menjelang pemberangkatan jamaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Februari 2026 | 12:00 WIB
Suasana Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Suasana Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menggelar Manasik Haji Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (11/2). Agenda besar ini dilakukan sebagai persiapan matang menjelang pemberangkatan jamaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf—yang akrab disapa Gus Irfan—membuka langsung kegiatan tersebut di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ia menegaskan bahwa manasik merupakan amanat Undang-Undang dan Peraturan Presiden terkait mandat kementerian baru ini.

"Hari ini kita mulai membuka manasik haji secara nasional bagi calon jamaah di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan setiap jamaah mendapatkan pembekalan yang maksimal," ujar Gus Irfan.

Gus Irfan menambahkan, kesiapan pelaksanaan manasik di berbagai daerah secara umum dilaporkan sudah mantap. Pemerintah kini fokus pada penguatan dua aspek utama pembekalan:

Materi Fikih Haji: Pemahaman mendalam mengenai tata cara dan rukun ibadah haji agar sesuai syariat.

Kesehatan Jamaah: Edukasi mengenai cara merawat kesehatan fisik sejak di tanah air hingga selama berada di Arab Saudi.

"Nantinya itu yang menjadi bekal pertama supaya mereka secara fisik sehat dan secara mental juga siap. Kesiapan fisik dan mental adalah prioritas utama agar ibadah berjalan lancar," tegasnya.

Terkait aspek kesehatan, Kemenhaj telah berkoordinasi dengan tim kesehatan yang tersebar di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi calon jamaah.

Gus Irfan menginstruksikan pusat kesehatan untuk terus memantau rekam medis dan kebugaran jamaah guna meminimalkan risiko saat pelaksanaan ibadah nanti.

Pertemuan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian pembekalan intensif bagi jamaah di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan di seluruh penjuru negeri. (Antara)

Baca Juga: Demi Kebaikan Sang Bunda, Junior Roberts Akui Sering Lakukan Kebohongan Kecil

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai ter...

news | 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan...

news | 14:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembeb...

news | 13:15 WIB

Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Maruf Amin, menegaskan visi besar transfo...

news | 13:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otorit...

news | 11:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan ekonomi nasional. ...

news | 09:15 WIB

Satgas PRR mengumumkan 25 ribu rumah korban bencana di Sumatera siap terima dana bantuan Rp15-30 juta. Penyaluran serent...

news | 08:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengaktifkan kembali 106 ribu peserta PBI JKN pengidap penyakit katastropik. Simak kriteria verif...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM menawarkan sejumlah proyek strategis hidrogen hijau di Lampung, Sulawesi, hingga Jawa dalam ajang GHES ...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana dan sumber penghasilan lain dari Bupati Lampung Te...

news | 17:49 WIB