Tindak Lanjut Pertemuan Pengusaha, Presiden Prabowo Pimpin Ratas Ekonomi di Istana

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2). Rapat ini diagendakan untuk membahas penguatan ekonomi nasional serta menindaklanjuti hasil audiensi Presi

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Februari 2026 | 14:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2). Rapat ini diagendakan untuk membahas penguatan ekonomi nasional serta menindaklanjuti hasil audiensi Presiden dengan sejumlah pengusaha besar beberapa hari lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tiba di Istana sekitar pukul 13.07 WIB. Ia mengonfirmasi bahwa pembahasan dalam ratas kali ini berkaitan erat dengan masukan dan komitmen yang muncul dalam pertemuan Presiden dengan para pengusaha pada Senin (9/2) dan Selasa (10/2) malam di Hambalang.

"Kita tunggu hasil di dalam nanti ya. Yang jelas ini (ratas) berkaitan dengan pertemuan (pengusaha) kemarin mengenai perekonomian nasional," ujar Airlangga singkat sebelum memasuki ruang rapat.

Fokus pada Stok Pangan dan Hilirisasi Selain isu investasi dan sinergi dunia usaha, ketahanan pangan menjadi agenda krusial dalam pertemuan tersebut. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa dirinya membawa laporan khusus terkait progres pangan nasional untuk disampaikan kepada Presiden.

"Kami melaporkan progres pangan, khususnya beras dan jagung. Selain itu, kami membahas soal hilirisasi, stabilitas harga, serta memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman," jelas Amran.

Rapat strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi lainnya, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.

Kehadiran para menteri kunci ini menunjukkan fokus pemerintah dalam mengintegrasikan kebijakan fiskal, energi, dan pengelolaan perusahaan negara guna mempercepat target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan kabinet. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai ter...

news | 15:48 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembeb...

news | 13:15 WIB

Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Maruf Amin, menegaskan visi besar transfo...

news | 13:00 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menggelar Manasik Haji Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Rab...

news | 12:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otorit...

news | 11:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan ekonomi nasional. ...

news | 09:15 WIB

Satgas PRR mengumumkan 25 ribu rumah korban bencana di Sumatera siap terima dana bantuan Rp15-30 juta. Penyaluran serent...

news | 08:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengaktifkan kembali 106 ribu peserta PBI JKN pengidap penyakit katastropik. Simak kriteria verif...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM menawarkan sejumlah proyek strategis hidrogen hijau di Lampung, Sulawesi, hingga Jawa dalam ajang GHES ...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana dan sumber penghasilan lain dari Bupati Lampung Te...

news | 17:49 WIB