Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo

Cucu Bung Karno, Didi Mahardhika Soekarno, tegaskan kesetiaan pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Ia menyerukan penghentian dikotomi politik masa lalu.

Elara | MataMata.com
Selasa, 10 Februari 2026 | 08:15 WIB
Didi Mahardhika Soekarno bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Didi Mahardhika Soekarno bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Matamata.com - Cucu Proklamator RI Bung Karno, Didi Mahardhika Soekarno, menegaskan komitmen dan kesetiaannya kepada Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.

Sebagai kader Partai Gerindra, Didi menyatakan bahwa pilihan politiknya yang berbeda dari mayoritas keluarga besar Soekarno bukanlah keputusan sesaat. Ia mengaku memegang teguh dua amanah utama: pesan dari sang ibunda, almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, dan kepercayaan dari Prabowo Subianto.

"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah, amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujar Didi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/2/2026).

Ideologi Tanpa Dikotomi Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Didi menyampaikan harapannya agar partai berlambang kepala garuda tersebut terus konsisten menjaga persatuan bangsa. Ia menilai Gerindra adalah wadah politik yang paling mampu merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa menciptakan polarisasi.

"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," tegasnya.

Didi juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Prabowo telah melampaui batas politik formal. "Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," tambahnya.

Tinggalkan Narasi Lama Lebih lanjut, Didi mengkritik upaya sejumlah kelompok yang masih menghidupkan dikotomi lama, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto. Menurutnya, pola pembelahan semacam itu sudah tidak relevan dan hanya menghambat kemajuan bangsa.

"Mengotak-ngotakkan rakyat ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini. Kita harus menyatukan, bukan membelah," kata putra Rachmawati Soekarnoputri ini.

Ia menegaskan, sebagai keturunan langsung Bung Karno, ia memilih menjalankan warisan ideologi sang kakek dengan pendekatan yang lebih relevan untuk tantangan nasional saat ini. (Antara)

Baca Juga: Zee Asadel Bongkar Luka Mendalam di Film 'Jangan Seperti Bapak'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Pupuk Indonesia gelar FertInnovation Challenge 2025. Diikuti 1.620 inovator dengan total dukungan kolaborasi Rp2 mili...

news | 07:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons hasil survei Indikator yang menunjukkan tingkat kepuasan kinerja Presiden Prabowo menc...

news | 06:00 WIB

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak siapkan hingga 8.000 personel TNI AD untuk misi perdamaian di Gaza. Simak kesiapan ...

news | 16:30 WIB

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ...

news | 15:50 WIB

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban ungkap investasi pemerintah ke BUMN capai Rp897 triliun sejak 2010. Sima...

news | 15:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti anomali penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN pada Februari 2026. BPJS Kesehatan dimin...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan hari ini. Bahas evaluasi pengamanan Nataru...

news | 12:15 WIB

Wamen Stella Christie ingatkan mahasiswa untuk asah kemampuan berpikir reflektif agar tak tergantikan oleh AI. Simak pes...

news | 11:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut dialog dengan AS langkah maju menuju damai, namun tegaskan program rudal Iran teta...

news | 10:15 WIB

Polda Metro Jaya segera periksa saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono usai sang komika dic...

news | 09:30 WIB