Megawati Soekarnoputri Terima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dari Universitas PNU Riyadh

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2).

Elara | MataMata.com
Minggu, 08 Februari 2026 | 18:48 WIB
Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP

Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP

Matamata.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2).

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, menyatakan bahwa dalam prosesi tersebut, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara".

"PNU merupakan universitas perempuan terbesar di dunia. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas upaya luar biasa Ibu Megawati sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia," ujar Basarah melalui keterangan tertulis, Minggu (8/2).

Penganugerahan dari PNU ini menjadi gelar Doktor Kehormatan ke-11 bagi Megawati. Sebelumnya, putri proklamator Bung Karno ini telah mengoleksi 10 gelar doktor kehormatan dan 3 gelar profesor kehormatan dari berbagai universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

Basarah menekankan bahwa pemberian gelar ini merupakan pengakuan global atas pengabdian Megawati di bidang politik dan kemanusiaan. Terlebih, Megawati mencatatkan sejarah sebagai tokoh pertama di luar warga negara Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas tersebut.

"Ini adalah pengakuan atas peran beliau dalam memperkuat hubungan internasional dan demokrasi selama menjabat sebagai Presiden RI periode 2001-2004," tambahnya.

Pihak PNU menilai sosok Megawati sebagai referensi penting bagi dunia Islam. Keberhasilannya memimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia diharapkan menjadi inspirasi bagi emansipasi perempuan di negara-negara Islam lainnya.

"Ibu Megawati bisa menjadi role model tentang bagaimana perempuan di dunia Islam bisa mendapatkan tempat dan hak yang setara dengan laki-laki di ranah kepemimpinan," pungkas Basarah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa rumah sakit (RS) milik negar...

news | 18:32 WIB

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengungkapkan fakta memprihatinkan mengenai kualitas pemberitaan nasional. Ia meny...

news | 17:30 WIB

Lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas publik merasa puas den...

news | 16:30 WIB

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan kelakar emosional pasca-laga final Piala Asia Futsal 2026 mel...

news | 07:00 WIB

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) memi...

news | 16:15 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk menjaga integ...

news | 15:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta'aruf) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pe...

news | 14:15 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai langkah nyata dalam membantu pemulihan pascabencana dengan merevitalisasi 500 ruma...

news | 13:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap motif di balik dugaan suap yang melibatkan anak usaha Kementerian Keuangan...

news | 12:30 WIB

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memberikan penegasan terkait kewajiban pembayaran royalti musik di ranah digi...

news | 11:46 WIB