Kemenhaj Optimalkan Kanal 'Kawal Haji' Tampung Pengaduan Jemaah, Tekan Isu Liar di Medsos

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan akan mengoptimalkan penggunaan kanal Kawal Haji untuk menampung seluruh pengaduan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kemenhaj Optimalkan Kanal 'Kawal Haji' Tampung Pengaduan Jemaah, Tekan Isu Liar di Medsos

Kemenhaj Optimalkan Kanal 'Kawal Haji' Tampung Pengaduan Jemaah, Tekan Isu Liar di Medsos

matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan akan mengoptimalkan penggunaan kanal Kawal Haji untuk menampung seluruh pengaduan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026.

Kanal ini diposisikan sebagai pusat pengaduan resmi bagi jemaah, keluarga, maupun masyarakat umum.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa optimalisasi kanal ini sangat krusial. Selama ini, keluhan jemaah sering kali tumpah ke media sosial tanpa penanganan yang jelas, sehingga hanya menimbulkan kegaduhan tanpa solusi teknis.

"Kita punya kanal Kawal Haji yang insya Allah akan menjadi pusat pengaduan berbagai dinamika penyelenggaraan ibadah haji, termasuk merespons isu media sosial yang muncul di ruang publik," ujar Ichsan usai mengisi materi Diklat Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (16/1/2026) malam.

Ichsan menekankan, dengan adanya Kawal Haji, setiap kendala terkait akomodasi, katering, hingga transportasi dapat segera direspons oleh petugas yang berwenang secara real-time.

Selain sebagai wadah laporan, kanal tersebut berfungsi sebagai sarana klarifikasi. Jika terdapat konten viral yang berpotensi memicu kegaduhan, masyarakat dapat melapor agar petugas segera meluruskan fakta di lapangan.

Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding membiarkan isu berkembang menjadi bola salju di platform terbuka.

"Kanal ini cukup efektif dalam menyelesaikan berbagai dinamika pada penyelenggaraan sebelumnya, baik terkait tugas pelayanan maupun kondisi jemaah di Tanah Suci," tambahnya.

Lebih lanjut, Kemenhaj mendorong peran aktif media untuk mengedukasi jemaah agar menggunakan jalur resmi dalam menyampaikan aspirasi. Ichsan berharap jemaah lebih bijak: jika menemui kendala, langkah pertama adalah melapor ke petugas atau melalui aplikasi, bukan langsung memviralkannya.

Melalui penguatan Kawal Haji, Kemenhaj menargetkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih tenang dan terukur. Dengan begitu, setiap masalah teknis dapat diselesaikan secara internal dan profesional demi menjaga kekhusyukan ibadah para jemaah. (Antara)

Baca Juga: Negara Gugat Enam Korporasi Rp4,8 Triliun Terkait Kerusakan Lingkungan di Sumatera Utara

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tamba...

news | 14:37 WIB

BRIN paparkan inovasi mesin kain limbah daun nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu dalam ratas industri teksti...

news | 13:45 WIB

DPR RI menugaskan Komisi I untuk membahas Surat Presiden Prabowo Subianto terkait pertimbangan calon Dubes LBBP negara s...

news | 12:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Dubes Jepang Ueno Atsushi untuk membahas kerja sama pertahanan, ke...

news | 11:15 WIB

Pemerintah bersama PGN mempercepat perluasan jaringan gas bumi (jargas) di Gresik dan Sidoarjo untuk menekan impor LPG d...

news | 10:00 WIB