MPR Dukung Presiden Prabowo Mediasi Konflik AS-Iran Pasca-Wafatnya Ali Khamenei

Ketua MPR Ahmad Muzani dukung rencana Presiden Prabowo ke Iran untuk mediasi konflik AS-Iran pasca-wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Selengkapnya di sini.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Maret 2026 | 15:10 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani menerima kunjungan Direktur Liga Muslim Dunia Kantor Indonesia HE. Ambassador Abdulrahman Al-Khoyyat di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Tim Media MPR

Ketua MPR Ahmad Muzani menerima kunjungan Direktur Liga Muslim Dunia Kantor Indonesia HE. Ambassador Abdulrahman Al-Khoyyat di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Tim Media MPR

Matamata.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah Indonesia untuk meredam ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah ini dinilai sejalan dengan mandat konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

"Jika itu bisa dilakukan, saya kira akan sangat membanggakan. Indonesia mengambil peran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah," ujar Muzani saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Muzani menekankan bahwa upaya perdamaian melalui diplomasi tingkat tinggi harus diperhitungkan dengan matang. Ia meyakini Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan segala aspek sebelum memutuskan untuk memfasilitasi dialog di tengah situasi yang kian memanas.

"Mudah-mudahan (mediasi) itu bisa dilakukan. Tapi kita harus terus melihat perkembangan dan situasi di lapangan," lanjutnya.

Rencana diplomasi ini muncul di tengah duka mendalam yang menyelimuti Iran. Pada Minggu (1/3/2026), Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pascaserangan udara yang dilancarkan AS dan Israel. Teheran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sebelumnya, eskalasi militer meningkat tajam setelah tujuh roket dilaporkan menghantam Teheran, termasuk area di dekat kediaman Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif di kawasan tersebut pasca-operasi tempur besar-besaran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB