SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng utama ASEAN hadapi ketidakpastian global.

Elara | MataMata.com
Kamis, 04 Juni 2026 | 13:41 WIB
Arsip foto - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai bertakziah atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

Arsip foto - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai bertakziah atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

Matamata.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kunci utama dalam membangun ketahanan ekonomi, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global saat ini.

Saat menyampaikan pidato dalam The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026), SBY menyebut dunia sedang memasuki era baru yang penuh tantangan. Mulai dari meningkatnya rivalitas geopolitik, konflik bersenjata di berbagai wilayah, hingga perubahan rantai pasok global.

Meski dihantam berbagai sentimen negatif global, SBY optimistis Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN memiliki tameng kuat menghadapi kondisi tersebut. Kekuatan itu terletak pada keberadaan jutaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian kawasan.

"Ketika guncangan global terjadi, sistem bisa melemah, investasi menjadi lebih berhati-hati, dan pasar internasional berfluktuasi,” ujar SBY.

“Namun, komunitas akar rumput tetap mampu beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali. Karena itu, pemberdayaan UMKM bukan sekadar agenda sosial, melainkan agenda ekonomi yang sangat strategis," lanjutnya.

SBY memaparkan, dari Indonesia, Vietnam, Filipina, hingga Thailand, jutaan UMKM terbukti terus menopang aktivitas ekonomi sehari-hari. Sektornya pun beragam, mulai dari perdagangan, manufaktur skala kecil, pertanian, perikanan, logistik, hingga usaha berbasis digital.

Menurut dia, negara yang berkomitmen memperkuat kewirausahaan akan memiliki ketahanan ekonomi yang jauh lebih kuat, partisipasi ekonomi yang lebih luas, serta stabilitas sosial yang lebih baik.

Pandangan ini, lanjut SBY, berkaca dari pengalaman pahit Indonesia saat dihantam rentetan krisis besar. Mulai dari Krisis Moneter Asia 1997-1998, bencana Tsunami Aceh 2004, hingga Krisis Keuangan Global 2008.

Ia menilai salah satu pelajaran berharga dari sejarah krisis tersebut adalah negara akan jauh lebih tangguh ketika masyarakatnya tetap aktif secara ekonomi, saling terhubung secara sosial, dan optimistis menatap masa depan.

Selain penguatan sektor riil UMKM, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga melihat pesatnya perkembangan teknologi sebagai peluang emas untuk memperluas inklusi ekonomi di negara-negara berkembang.

Baca Juga: Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste

Kehadiran layanan keuangan digital (fintech), e-commerce, dan berbagai platform digital kini membuka gerbang bagi pelaku usaha kecil untuk mengakses pasar dan pembiayaan yang lebih luas.

Kendati demikian, SBY memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan bahwa lompatan teknologi justru berpotensi memperlebar jurang kesenjangan sosial jika aksesnya timpang dan hanya dinikmati kelompok tertentu.

"Transformasi digital harus berjalan seiring dengan upaya memperluas inklusi, agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas SBY. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB

KPK menyita 33 kendaraan hingga uang asing dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait suap KI...

news | 19:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap serap 3 juta tenaga kerja dan menjadi motor...

news | 19:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan keras kepada 1.773 ASN Komcad di Lanud Halim. Menhan ingatkan ancaman '...

news | 14:56 WIB