Wakil Ketua Komisi III DPR Dukung Tindakan Tegas Polisi terhadap Kriminal Bersenjata

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung langkah tegas polisi melumpuhkan residivis curanmor bersenjata api yang melawan petugas.

Elara | MataMata.com
Senin, 20 Juli 2026 | 15:48 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Dukung Tindakan Tegas Polisi terhadap Kriminal Bersenjata

Wakil Ketua Komisi III DPR Dukung Tindakan Tegas Polisi terhadap Kriminal Bersenjata

matamata.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan yang melawan petugas saat penangkapan. Meski demikian, tindakan tersebut harus tetap mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pernyataan ini disampaikan Sahroni menyusul penangkapan dua residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh jajaran Polres Metro Jakarta Selatan di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Dalam operasi tersebut, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan yang berisi lima butir peluru kaliber 9 milimeter.

"Saya melihat tindakan polisi sudah tepat dan terukur, karena dilakukan terhadap residivis yang melawan petugas saat ditangkap. Dalam situasi seperti ini, keselamatan anggota di lapangan harus menjadi prioritas," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Politikus Partai NasDem ini menilai, ancaman dari pelaku sangat nyata, baik bagi petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi, mengingat mereka dipersenjatai dengan senjata api. Oleh karena itu, langkah antisipatif dan tegas sangat diperlukan guna mencegah jatuhnya korban.

Lebih lanjut, Sahroni mengingatkan agar kepolisian di seluruh wilayah tidak gentar menghadapi kelompok kriminal yang membahayakan nyawa. Tindakan serupa juga harus diterapkan pada kejahatan berat lainnya, seperti begal, bandar narkoba, hingga geng motor.

"Pokoknya ke depan, polisi jangan ragu mengambil tindakan tegas. Yang terpenting, seluruh tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan yang menggunakan kekerasan atau senjata untuk melawan aparat," tegasnya. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid meminta STPN Sleman menjaga tradisi dialektika berpikir dengan menghadirkan ruang diskusi bersa...

news | 18:41 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah menerapkan satu kendali dalam penanganan karhutla serta mengawal ketat pe...

news | 18:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Garoga di Tapanuli Selatan dan meminta percepatan pemulihan pasca...

news | 18:34 WIB

Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di...

news | 09:45 WIB