SAR Natuna Latih 29 Tenaga Medis Darurat MFR untuk Operasi Penyelamatan
matamata.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas B Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, resmi mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR). Puluhan personel ini dipersiapkan untuk menguasai penanganan medis darurat lanjutan, termasuk penanganan henti napas dan jantung.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyerahkan langsung sertifikat lisensi kepada ke-29 personel tersebut di Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (4/9). Lisensi ini diberikan setelah peserta merampungkan pendidikan dan pelatihan SAR MFR yang berlangsung sejak 3 hingga 27 Agustus 2026.
Abdul Rahman menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membekali personel agar mampu memberikan kontribusi nyata serta mengoptimalkan tugas-tugas operasi SAR di lapangan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, para instruktur, serta tim pendamping dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan yang telah mendukung penyelenggaraan pelatihan ini," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari penanganan henti napas dan jantung. Mereka juga dibekali berbagai materi pokok pertolongan medis lanjutan, seperti penilaian awal korban, pengendalian perdarahan, penanganan patah tulang, hingga teknik evakuasi. Seluruh materi ini juga dilengkapi dengan praktik lapangan dan simulasi skenario kecelakaan di berbagai kondisi medan.
Pihaknya berharap ilmu yang diperoleh dapat terus diasah demi memberikan manfaat optimal dalam setiap operasi penyelamatan. Kantor SAR Natuna berkomitmen untuk terus menggelar pelatihan serupa secara berkelanjutan guna memperkuat budaya keselamatan di seluruh wilayah kerja Kabupaten Natuna. (Antara)