Trump Cabut Tarif Impor Kanada 50 Persen: Strategi Partai Republik di Pemilu Sela AS 2026

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Republik di Pemilu Sela Kongres AS 2026. Castanet

Elara | MataMata.com
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Trump Cabut Tarif Impor Kanada 50 Persen: Strategi Partai Republik di Pemilu Sela AS 2026

Trump Cabut Tarif Impor Kanada 50 Persen: Strategi Partai Republik di Pemilu Sela AS 2026

matamata.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mencabut tarif bea masuk sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk asal Kanada. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Partai Republik di Negara Bagian Maine menjelang Pemilu Sela Kongres AS.

Laporan The Wall Street Journal pada Jumat (23/10/2026) menyebutkan, sejumlah analis politik memprediksi Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Pemilu Sela 3 November mendatang.

Kerentanan posisi politik ini dipicu oleh penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Trump, di tengah operasi militer melawan Iran serta lonjakan harga bahan bakar dan barang konsumsi.

Pelonggaran tarif barang impor tersebut difokuskan untuk mendukung kampanye Senator Susan Collins dari Maine yang sedang mencalonkan diri kembali. Collins telah menjabat sebagai senator dari wilayah paling timur laut AS itu sejak 1997. Selain itu, langkah ini diharapkan memberi ruang napas bagi para kandidat Partai Republik lainnya di berbagai daerah.

Pengumuman resmi terkait pencabutan tarif diperkirakan bakal disampaikan oleh Presiden AS paling cepat pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat. Kebijakan ini utamanya memangkas tarif 50 persen pada komoditas sektor pertanian dan kehutanan.

Kendati demikian, cakupan produk dan tenggat penerapan keputusan tersebut masih berpotensi berubah. AS diprediksi dapat menyeimbangkan kebijakan ini dengan menerapkan tarif pada kelompok barang lainnya.

Sengketa dagang antara AS dan Kanada terus memanas sejak 2025 dan berimbas pada ketegangan diplomatik kedua negara. Kebuntuan negosiasi perdagangan pada Agustus 2026 memicu AS memberlakukan tarif 50 persen atas produk Kanada bernilai 20 miliar dolar AS.

Kanada kemudian membalas dengan mengenakan tarif serupa pada komoditas AS, termasuk baja, produk olahan susu, peralatan rumah tangga dan pertanian, bubur kertas, serta perangkat elektronik. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB

Kementerian ESDM merevisi Perpres 26/2026 guna memperlancar impor minyak mentah dan menyiapkan skema khusus impor 150 ju...

news | 09:39 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono membahas pengembangan 100 Kampung Nelayan Merah Putih...

news | 14:19 WIB

Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi lokasi 5 konsesi tambang emas dan tembaga senilai Rp5.4...

news | 14:17 WIB

Menbud Fadli Zon dorong diplomasi budaya dengan Suriname lewat pengusulan warisan dunia UNESCO, MoU kebudayaan, dan apre...

news | 13:30 WIB