Trump Desak Xi Jinping Perbaiki Hubungan dengan Jepang dan Cabut Pembatasan Ekspor

Presiden AS Donald Trump mendesak Presiden China Xi Jinping mencabut pembatasan ekspor tanah jarang ke Jepang dan menemui PM Sanae Takaichi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:22 WIB
Trump Desak Xi Jinping Perbaiki Hubungan dengan Jepang dan Cabut Pembatasan Ekspor

Trump Desak Xi Jinping Perbaiki Hubungan dengan Jepang dan Cabut Pembatasan Ekspor

matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden China Xi Jinping untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan Jepang. Trump juga meminta Beijing segera mencabut pembatasan ekspor terhadap Tokyo, khususnya komoditas logam tanah jarang yang dinilai mengancam rantai pasok industri AS.

Laporan media South China Morning Post menyebutkan bahwa desakan tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan bilateral dengan Xi Jinping pada September lalu di Washington.

Dalam pembicaraan tersebut, Trump menegaskan bahwa pembatasan ekspor bahan baku penting oleh China dapat mengganggu industri Amerika Serikat yang bergantung pada pasokan manufaktur Jepang.

Trump menganggap tindakan Beijing tersebut sebagai bentuk pelanggaran tidak langsung terhadap kesepakatan gencatan perdagangan AS-China yang disepakati di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Selain isu ekonomi, Trump juga mendorong Xi Jinping untuk membuka ruang dialog dan bertemu langsung dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Namun, sumber yang memahami dinamika pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Xi Jinping enggan menerima permintaan Trump. Xi menegaskan bahwa perselisihan antara China dan Jepang merupakan urusan bilateral yang terpisah dan tidak boleh memengaruhi hubungan Beijing dengan Washington. Dalam kesempatan itu, Xi turut memperingatkan risiko meningkatnya militerisme Jepang.

Hubungan China dan Jepang memburuk tajam sejak PM Takaichi menyampaikan pidato di Parlemen Jepang pada November 2025. Saat itu, Takaichi menyatakan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Pasukan Bela Diri Jepang guna mendukung AS.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan Beijing. China merespons dengan meningkatkan tekanan politik dan ekonomi, termasuk memperketat ekspor logam tanah jarang yang menjadi bahan baku vital produk berteknologi tinggi.

Beijing juga mengkritik kebijakan penguatan pertahanan pemerintah Takaichi dan menuding timbulnya pemicu "neo-militerisme".

Upaya diplomasi dari pihak Tokyo sejauh ini masih menemui jalan buntu. Jepang sempat mendorong agenda pertemuan bilateral antara Takaichi dan Xi Jinping di sela-sela KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen pada November mendatang. Namun, Beijing menolak usulan tersebut dan hanya menawarkan pertemuan dengan PM China Li Qiang, opsi yang dinilai tidak memadai oleh pihak Jepang. (Antara)

Baca Juga: Hanung Bramantyo Dapuk Raihaanun jadi Pemeran Utama di Film 'Beautiful Pain', Kisahkan Perlawanan Perempuan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan perkebunan rakyat dan hilirisasi kelapa jadi prioritas pemerintah. Simak strategi...

news | 15:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor perdana baterai EV dan 11 proyek industri senilai Rp180 triliun di IWIP, Hal...

news | 14:45 WIB

Mendag Budi Santoso memastikan seruan boikot produk Indonesia di Malaysia pasca-kemenangan Timnas RI tak berdampak pada ...

news | 14:30 WIB

Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan wacana pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka pascaputusan MK soal syarat pend...

news | 14:25 WIB

Presiden AS Donald Trump mendesak Presiden China Xi Jinping mencabut pembatasan ekspor tanah jarang ke Jepang dan menemu...

news | 14:22 WIB