Trump Klaim Pasokan Minyak Selat Hormuz Lampaui Level Sebelum Perang Iran
matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim volume pengapalan minyak yang melintasi Selat Hormuz telah pulih sepenuhnya, bahkan melampaui tingkat sebelum pecahnya perang dengan Iran.
"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," ujar Trump kepada awak media di Washington, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan bahwa laju pengiriman komoditas energi tersebut saat ini berada pada tingkat yang sangat tinggi. "Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tegasnya.
Eskalasi militer di kawasan strategis tersebut sebelumnya melumpuhkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak mentah, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan pada rantai pasok energi global ini sempat memicu lonjakan harga minyak secara drastis di berbagai negara.
Ketegangan di kawasan berawal saat perang meletus akibat serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Teheran merespons aksi tersebut dengan melancarkan rentetan serangan balasan ke sejumlah titik strategis di Timur Tengah.
Meski sempat dicapai kesepakatan penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026, pertempuran kembali pecah tidak lama setelahnya. Hingga saat ini, konflik bersenjata antara kedua belah pihak belum menunjukkan tanda-tanda mereda.