Wapres Gibran Minta Percepatan Pembangunan Jembatan Garoga dan Pemulihan Pascabencana Tapanuli Selatan
matamata.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau penyelesaian pembangunan Jembatan Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (4/9). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan wilayah yang sebelumnya sempat terendam kayu gelondongan akibat banjir bandang.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres mendengarkan penjelasan dari Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Hardi Siahaan terkait progres pembangunan infrastruktur guna menekan potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat cuaca yang mulai memasuki musim hujan, Wapres mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat memicu kembali bencana serupa.
"Ini nanti sudah mulai hujan lagi," ujar Wapres mengingatkan potensi hujan di wilayah tersebut.
Selain infrastruktur jembatan, Wapres juga menyoroti progres pembersihan gelondongan kayu yang masih tersisa di pinggir sungai sejak banjir bandang melanda pada akhir November 2025. Menanggapi hal tersebut, Hardi Siahaan menyatakan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan upaya pembersihan secara bertahap.
"Masih ada sisa gelondongan kayu, ini yang mungkin pelan-pelan nanti kita bersihkan," jawab Hardi.
Pemerintah sebelumnya telah memetakan pemulihan wilayah Sumatera Utara ke dalam beberapa klaster. Pemulihan di wilayah ini mencakup klaster 5 yang meliputi pembangunan Jembatan Garoga 2, box culvert Garoga 3, serta rekonstruksi jalan sepanjang 1.500 meter sebagai bagian dari langkah tanggap darurat pascabencana.
Sebelum meninjau Tapanuli Selatan, Wapres Gibran juga mendorong penyelesaian pembangunan Sabodam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, secepatnya. Infrastruktur pengendali aliran material ini dinilai krusial oleh masyarakat setempat untuk memitigasi risiko apabila bencana serupa terulang.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Sumatera Utara pada Jumat pagi ini mencakup peninjauan langsung terhadap perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana banjir serta longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. (Antara)