Tensi Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah RI Anjlok ke 83,45 Dolar AS

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) bulan Juni 2026 turun menjadi 83,45 dolar AS per barel. Penurunan dipicu redanya tensi di Timur Tengah dan kenaikan pasokan OPEC+.

Elara | MataMata.com
Senin, 20 Juli 2026 | 12:27 WIB
Tensi Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah RI Anjlok ke 83,45 Dolar AS

Tensi Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah RI Anjlok ke 83,45 Dolar AS

matamata.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan Juni 2026 sebesar 83,45 dolar AS per barel. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 23,11 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 106,56 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.

"Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni," ujar Laode di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Selain meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap turut menenangkan pasar. Jalur pelayaran strategis yang kembali dibuka ini memperlancar arus pasokan minyak dunia, sehingga efektif menekan harga di pasar internasional.

Tren penurunan ini juga dipengaruhi oleh faktor fundamental pasar. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia hanya tumbuh 1,1 juta barel per hari (bph). Di saat yang sama, kelompok negara pengekspor minyak dan aliansinya (OPEC+) justru meningkatkan angka produksi.

Rusia, sebagai salah satu produsen utama, juga dilaporkan berencana meningkatkan pasokan untuk memenuhi target kuota OPEC+ 2026. Kombinasi antara peningkatan pasokan dan perlambatan pertumbuhan permintaan ini menjadi katalis kuat melemahnya harga minyak dunia.

Secara rinci, berikut adalah perkembangan rata-rata harga minyak mentah utama global pada Juni 2026 dibandingkan dengan Mei 2026: (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid meminta STPN Sleman menjaga tradisi dialektika berpikir dengan menghadirkan ruang diskusi bersa...

news | 18:41 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah menerapkan satu kendali dalam penanganan karhutla serta mengawal ketat pe...

news | 18:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Garoga di Tapanuli Selatan dan meminta percepatan pemulihan pasca...

news | 18:34 WIB

Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di...

news | 09:45 WIB