Yan Mandenas Minta Kepala BGN Baru Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis di Papua

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.

Elara | MataMata.com
Kamis, 04 Juni 2026 | 06:00 WIB
Yan Mandenas Minta Kepala BGN Baru Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis di Papua

Yan Mandenas Minta Kepala BGN Baru Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis di Papua

matamata.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas, meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk fokus membenahi kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan agar manfaat program strategis ini semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya peserta didik di Tanah Papua.

Pernyataan ini merespons langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN terhitung sejak 2 Juni 2026. Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

"Pergantian pimpinan BGN yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari evaluasi. Langkah ini penting untuk memastikan program strategis nasional berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat," ujar Yan Mandenas di Jayapura, Rabu (3/6/2026).

Menurut Yan, perombakan ini menunjukkan bahwa pemerintah responsif terhadap masukan masyarakat serta hasil pengawasan DPR terkait pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Ia mengingatkan bahwa program MBG memiliki peran krusial dalam meningkatkan gizi pelajar demi menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, jajaran pimpinan baru BGN diharapkan bisa langsung bergerak cepat.

"Kami berharap pimpinan baru BGN lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan. Mulai dari penyusunan menu, proses pengolahan makanan, hingga jalur distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat," tuturnya.

Secara khusus, Yan menyoroti tantangan berat pelaksanaan MBG di wilayah Indonesia Timur. Kondisi geografis Papua yang ekstrem dan banyaknya daerah terpencil memerlukan strategi pengelolaan yang efektif agar bantuan tepat sasaran.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, legislator asal Papua ini juga mendorong agar program MBG memberikan dampak instan bagi perekonomian daerah. Salah satu caranya adalah dengan wajib memanfaatkan bahan pangan lokal dari petani dan peternak setempat.

"Kami berharap evaluasi kepemimpinan BGN ini menjadi momentum perbaikan. Pelaksanaan MBG di Tanah Papua harus semakin berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat lokal," pungkas Yan. (Antara)

Baca Juga: Ditipu Rp 1,2 Miliar oleh Ustazah RD, Puluhan Jemaah Umroh Lakukan Gugatan Perdata di PN Jakut

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB