Peluang Emas Fresh Graduate! Pendaftaran Magang Nasional 2026 Tahap 1 Sudah Dibuka
matamata.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan 2 Tahun 2026 Tahap 1 pada Kamis (16/7/2026). Program ini memberikan kesempatan bagi para lulusan perguruan tinggi untuk mengasah kompetensi langsung di dunia kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengimbau calon peserta untuk segera memilih lowongan magang pada perusahaan mitra yang telah dinyatakan lolos seleksi.
"Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya," ujar Darmawansyah di Jakarta, Kamis (16/7).
Selain kepada peserta, Kemnaker juga mengapresiasi antusiasme perusahaan yang telah mendaftar sebagai mitra penyelenggara. Partisipasi dunia usaha dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan kesempatan magang yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri.
Terkait perusahaan yang belum lolos seleksi mitra pada tahap ini, Kemnaker memberikan dua jenis notifikasi melalui sistem berdasarkan hasil verifikasi.
Pertama, notifikasi "Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi". Status ini berarti perusahaan belum lolos pada Tahap 1, tetapi akan otomatis diikutsertakan dalam verifikasi dan seleksi program tahap berikutnya yang akan digelar dalam waktu dekat.
Kedua, notifikasi "Penyelenggara Ditolak". Perusahaan dengan status ini diwajibkan untuk mendaftar ulang sebagai calon mitra penyelenggara jika ingin mengikuti seleksi tahap selanjutnya.
Agar peluang lolos pada tahap berikutnya lebih besar, Darmawansyah mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan tiga syarat utama.
"Pertama, pastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) di situs resmi wajiblapor.kemnaker.go.id sudah lengkap dan mutakhir, termasuk pencantuman data operator dan mentor," jelasnya.
Kedua, lowongan magang yang diajukan harus setara dengan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Lowongan yang hanya bersifat teknis (operator) atau tidak sesuai dengan tujuan pengembangan kompetensi peserta akan ditolak saat verifikasi.
Ketiga, kurikulum magang harus selaras dengan posisi yang diajukan. "Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan sangat mempermudah proses verifikasi," tutup Darmawansyah. (Antara)