Mentan Amran Ancam Tutup Perusahaan Sawit yang Permainkan Harga TBS Petani

Mentan Andi Amran Sulaiman mengancam akan menutup perusahaan sawit nakal yang mempermainkan harga TBS petani, menyusul instruksi Presiden Prabowo.

Elara | MataMata.com
Rabu, 15 Juli 2026 | 10:44 WIB
Mentan Amran Ancam Tutup Perusahaan Sawit yang Permainkan Harga TBS Petani

Mentan Amran Ancam Tutup Perusahaan Sawit yang Permainkan Harga TBS Petani

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan hukum secara tegas terhadap korporasi yang mempermainkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Langkah ini diambil demi melindungi kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas komoditas strategis nasional tersebut.

"Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang merugikan petani sawit," ujar Mentan Amran saat berdialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (15/7/2026).

Amran memastikan perusahaan yang sengaja menekan harga TBS sawit akan ditindak secara hukum. Ia menjelaskan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus mengawal harga komoditas strategis agar manfaat kenaikan harga global dapat dirasakan langsung oleh petani di daerah.

Menurut Amran, ada kejanggalan dalam tata niaga sawit domestik belakangan ini. Saat harga sawit dunia mencapai kisaran Rp27.000 per kilogram dan nilai dolar Amerika Serikat menguat, harga TBS di tingkat petani Indonesia justru sempat anjlok ke angka Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

"Ketika nilai dolar menguat, yang seharusnya menikmati keuntungan adalah petani sawit, petani kopi, petani kakao, dan petani kelapa. Namun, yang terjadi justru harga sempat turun. Ini ada apa?" kata Amran mempertanyakan.

Merespons ketimpangan tersebut, Amran langsung melaporkan kondisi lapangan kepada Presiden Prabowo Subianto, bahkan saat dirinya masih berada di Tanah Suci.

"Kami ditelepon (oleh Presiden). Saya sampaikan, selesai berdoa kami langsung bekerja. Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia," tegasnya.

Langkah cepat pemerintah ini diklaim mulai menunjukkan hasil positif. Pasca-pengumuman pengetatan pengawasan tata niaga, harga TBS di tingkat petani perlahan berangsur pulih. Kendati demikian, Mentan mengingatkan bahwa potensi kecurangan masih mengintai.

"Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan harus diukur dari tingkat kesejahteraan para petaninya. Sawit, sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar negara, memerlukan pembenahan tata niaga yang berkeadilan.

"Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga di tingkat petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil," pungkas Amran. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Pimpinan MPR RI dan Mahkamah Agung (MA) menggelar silaturahmi kebangsaan untuk menegaskan komitmen menjaga supremasi huk...

news | 14:12 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak dalam jangka menengah. Kemenkeu pilih pe...

news | 12:12 WIB

Pimpinan DPR RI Sari Yuliati dan Ketua Komisi III Habiburokhman tegaskan pembahasan RUU Perampasan Aset tetap berjalan d...

news | 11:55 WIB

DPP Partai Golkar meminta semua pihak menyetop politisasi kasus dugaan korupsi batu bara PLTU dan membantah tudingan PDI...

news | 11:35 WIB

Tiga pekerja tewas di proyek PT Moya Indonesia akibat dugaan kelalaian K3. Said Iqbal desak penegakan hukum dan evaluasi...

news | 08:32 WIB