IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan intervensi khusus dan pilih andalkan fundamental ekonomi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:18 WIB
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi

IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi

matamata.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak menyiapkan intervensi khusus untuk meredam tekanan berat yang sedang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pemerintah memilih mengandalkan fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih solid sebagai penopang utama pasar modal.

"Kalau dari saya tidak ada (intervensi khusus). Yang penting adalah saya jelaskan bahwa fondasi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan untuk penilaian harga saham," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Langkah pemerintah ini diambil di tengah koreksi tajam pasar saham domestik. Pada perdagangan Kamis (4/6) pukul 10.02 WIB, IHSG tercatat anjlok hingga 246,14 poin atau 4,14 persen ke level 5.694,91.

Meski pasar terkoreksi dalam, Bendahara Negara tersebut optimistis IHSG bakal segera berbalik menguat (rebound). Purbaya menilai gejolak yang terjadi saat ini hanyalah kepanikan jangka pendek yang dipicu oleh isu-isu negatif di dalam negeri.

Sehari sebelumnya, Rabu (3/6), Purbaya juga membeberkan sejumlah indikator ekonomi makro yang menunjukkan kinerja positif. Inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen. \

Selain itu, penerimaan pajak per 30 April 2026 tumbuh 16,1 persen (yoy) dengan realisasi mencapai Rp646,3 triliun.

Oleh karena itu, Purbaya memastikan pemerintah akan fokus menjaga stabilitas kinerja perekonomian demi mempertahankan sentimen positif pasar dalam jangka panjang.

Keputusan pemerintah untuk tidak mengintervensi pasar memicu sorotan dari analis. Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menilai koreksi tajam ini mengindikasikan bahwa pasar saham domestik sedang menghadapi krisis kepercayaan yang serius.

Berbeda dengan pandangan pemerintah, Hendra melihat pelemahan ini justru diperparah oleh faktor internal yang membuat investor cemas. Kondisi ini terlihat kontras dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru bergerak di zona hijau.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," kata Hendra.

Baca Juga: SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026

Menurut Hendra, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini ikut dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan ekspor satu pintu. Dampaknya, arus modal asing (capital outflow) terus keluar karena investor memilih mengurangi kepemilikan pada aset berisiko di Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB