Data Luas Wilayah IUP Tambang di Blora Terbaru, Terbanyak di Tiga Kecamatan Ini

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dikelola 13 perusahaan. Cek detail lokasinya.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 Juli 2026 | 09:52 WIB
Data Luas Wilayah IUP Tambang di Blora Terbaru, Terbanyak di Tiga Kecamatan Ini

Data Luas Wilayah IUP Tambang di Blora Terbaru, Terbanyak di Tiga Kecamatan Ini

matamata.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Cabang Dinas Wilayah Kendeng Selatan mencatat luas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai 299,86 hektare. Area pertambangan legal tersebut dikelola oleh 13 perusahaan yang tersebar di enam kecamatan berbeda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa dari belasan perusahaan pemegang IUP tersebut, mayoritas sudah aktif beroperasi.

"Sebanyak 12 perusahaan telah memasuki tahap operasi produksi, sedangkan satu perusahaan masih berstatus IUP eksplorasi," ujar Hadi di Blora, Selasa (21/7).

Hadi memaparkan, IUP eksplorasi diberikan khusus untuk tahapan penyelidikan umum dan studi kelayakan. Sementara itu, IUP operasi produksi mengizinkan pemegang izin untuk melakukan serangkaian kegiatan mulai dari konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, hingga pengangkutan dan penjualan hasil tambang.

Berdasarkan data resmi Dinas ESDM, luasan IUP yang dikantongi masing-masing perusahaan cukup bervariasi, mulai dari 2,30 hektare hingga yang terluas mencapai 85,79 hektare.

Lahan tambang terluas saat ini dipegang oleh PT Berkah Gunung Mulya dengan area 85,79 hektare di Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora. Posisi selanjutnya ditempati oleh CV Aneka Tambang Interneta (54,67 hektare) di Desa Gadu, Kecamatan Bogorejo.

Menyusul di belakangnya adalah PT Dwi Prabowo (36,36 hektare) dan PT Juda Batu Sembilan (20,51 hektare) yang juga berlokasi di Kecamatan Bogorejo.

Sementara itu, sembilan perusahaan lain memiliki luasan IUP di bawah 21 hektare. Rinciannya meliputi CV Dwi Putra (20,20 hektare), CV Selo Bumi Berkah (17,90 hektare), PT Hanum Kayangan Indonesia Jaya (14,20 hektare), CV Sase Laksana (11,91 hektare), dan PT Gagak Maju Sejahtera (11,91 hektare).

Selanjutnya terdapat CV Kukuh Perkasa (11,60 hektare), CV Mahkota Jaya Mas (6,49 hektare), PT Angkasa Menara Bukit Perkasa (5,02 hektare), serta satu perusahaan lainnya dengan izin garap seluas 2,30 hektare.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan di Kabupaten Blora didominasi oleh ekstraksi batuan dan mineral bukan logam. Komoditas utamanya meliputi pasir kuarsa, tanah uruk, dan batu gamping.

Aktivitas tambang ini menyebar di enam wilayah, yaitu Kecamatan Blora, Bogorejo, Todanan, Jepon, Jati, dan Kunduran.

"Berdasarkan data ESDM, Kecamatan Blora, Bogorejo, dan Todanan menjadi wilayah dengan konsentrasi usaha pertambangan berizin terbanyak di Kabupaten Blora saat ini," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) bulan Juni 2026 turun menjadi 83,45 dolar AS per barel. Penurunan dipicu redanya ten...

news | 12:27 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Sidang Kabinet Paripurna digelar di Istana Negara pada Senin sore untuk mengevaluasi ...

news | 12:22 WIB

Menko Infrastruktur AHY membeberkan empat klaster utama pembangunan Bali yang mencakup pariwisata, konektivitas, lingkun...

news | 12:19 WIB

Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) mendesak pengacara Hotman Paris minta maaf usai sebut wartawan tak punya otak s...

news | 07:30 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman siap mempercepat program peremajaan tebu nasional untuk mencapai target swasembada...

news | 06:15 WIB