Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Karhutla Jambi, Dorong Sistem Sekat Kanal

Wamen LH Diaz Hendropriyono tinjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia memuji taktik estafet air 11 km untuk padamkan api lahan gambut.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 05 September 2026 | 11:34 WIB
Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Karhutla Jambi, Dorong Sistem Sekat Kanal

Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Karhutla Jambi, Dorong Sistem Sekat Kanal

matamata.com - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia mengapresiasi kolaborasi apik antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam memadamkan api, khususnya di area lahan gambut.

Upaya pemadaman tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari PT Wirakarya Sakti (WKS), Masyarakat Peduli BPBD, TNI/Polri, serta warga setempat. Menurut Diaz, sinergi ini merupakan praktik baik (best practice) yang patut dicontoh oleh wilayah lain.

"Saya melihat langsung best practice yang dilakukan oleh PT WKS di Desa Parit Culum. Mereka mengambil air dari Sungai Batang Hari, lalu diestafetkan sepanjang 11 kilometer menggunakan beberapa pompa menuju sekat kanal di daerah titik kebakaran," jelas Diaz di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Karakteristik lahan gambut di Desa Parit Culum I yang terbakar memang membutuhkan pasokan air dalam jumlah masif. Untuk menyiasatinya, tim gabungan mengimplementasikan metode sekat kanal guna menahan dan mempertahankan ketersediaan air di area terdampak. Melalui sistem estafet pompa ini, butuh waktu sekitar 6 hingga 7 hari agar air dari Sungai Batang Hari benar-benar mencapai titik api. Hingga kini, proses pemompaan tersebut masih terus berlangsung.

Sebagai informasi, titik api di Desa Parit Culum I pertama kali terdeteksi di luar wilayah konsesi perusahaan pada 27 Agustus 2026. Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan pada hari yang sama, dan berhasil memadamkan api di permukaan lahan dalam waktu empat hari.

Meski api permukaan telah padam, tim terus melakukan proses pembasahan (cooling down) menggunakan alat semprot pemadaman khusus (sambunesia). Langkah ini krusial untuk menjangkau bara api di lapisan gambut yang lebih dalam, yang seringkali sulit dipadamkan hanya dengan metode pengeboman air (water bombing) dari udara.

Usai peninjauan lapangan, Wamen LH langsung mengumpulkan perwakilan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar titik rawan (hotspot). Diaz mengajak seluruh pihak swasta untuk proaktif mendukung pengendalian karhutla di Jambi.

"Saya meminta beberapa perusahaan di Jambi untuk ikut membantu membangun sekat kanal dan mentransfer air dari sungai. Kita sudah punya contoh praktik baiknya. Semoga dengan langkah ini, kebakaran lahan gambut bisa segera diselesaikan," pungkasnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wamen LH Diaz Hendropriyono tinjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia memuji taktik estafet air 11 k...

news | 11:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Satgas PKH untuk menertibkan kawasan hutan dan tambang ilegal secara tegas, trans...

news | 10:15 WIB

Pemprov DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air bersih berbasis IoT dan AI dengan Shenzhen Water Grou...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori...

news | 08:15 WIB

Wapres Gibran pastikan pembangunan 699 unit huntap di Tapanuli Selatan dimulai bulan ini untuk korban bencana hidrometeo...

news | 07:00 WIB