Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Kementerian Kebudayaan

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori kolektif bangsa lewat sinema sejarah 19451950.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 05 September 2026 | 08:15 WIB
Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Kementerian Kebudayaan

Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Kementerian Kebudayaan

matamata.com - Kementerian Kebudayaan mengumumkan 20 karya terpilih sebagai pemenang program Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan. Ajang ini digelar untuk memperkuat memori kolektif bangsa sekaligus menghidupkan kembali literasi sejarah perjuangan kemerdekaan melalui medium sinema kontemporer.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya memajukan ekosistem perfilman nasional, khususnya genre narasi kepahlawanan yang membutuhkan afirmasi khusus di tengah dominasi genre lain.

"Kita tahu bahwa film-film lain, drama, atau horor sudah menjadi bagian dari ekosistem yang hadir di tengah masyarakat dengan 67 persen pangsa pasar di bioskop kita," ujar Fadli dalam taklimat media di Jakarta, Jumat malam (4/9).

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan berupaya mengangkat nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme melalui tonggak sejarah penting pada rentang 1945 hingga 1950. Periode tersebut mencakup masa perang mempertahankan kemerdekaan, Agresi Militer Belanda I dan II, hingga terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembalinya ke NKRI pada 17 Agustus 1950.

Menurut Fadli, episode sejarah tersebut merupakan salah satu yang paling banyak didokumentasikan, namun kerap kurang dekat dengan generasi masa kini. Pengangkatannya ke dalam bentuk film diharapkan membuat sejarah lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat luas.

"Sehingga ketika ini diangkat menjadi film, tentu akan lebih menarik dan semua unsur nilai-nilai kepahlawanan, keteladanan, perjuangan, serta drama di sekitar perang mempertahankan kemerdekaan itu tetap relevan," tuturnya.

Sayembara ini telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat mulai dari sosialisasi, penerimaan proposal, seleksi administrasi, presentasi (pitching), hingga rapat pleno dewan juri. Dari total 143 proposal yang masuk—melibatkan lebih dari 420 produser, sutradara, dan penulis naskah—dewan juri akhirnya menetapkan 20 pemenang yang terbagi menjadi kategori film panjang dan film pendek.

Berikut daftar pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan:

Kategori Film Panjang:

“Barisan Penghibur”
“Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama”
“Rengasdengklok”
“Kapalselam Kalibayam”
“Sakura di Telawang”
“Rai”
“Pintu Tertutup”
Kategori Film Pendek:

Baca Juga: Wapres Gibran Pastikan Huntap Korban Bencana Tapanuli Selatan Dibangun Bulan Ini

“Arang Kobar Juang”
“Belantara Raya”
“Buleun Purnama, di Nanggroe”
“Darah Djoeang”
“Desing Peluru Tak Bertuan”
“Ibu Raih”
“Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)”
“Menara Terakhir”
“Operasi Malino: Lembar yang Hilang”
“Seriboe Soedirman”
“Suara Republik”
“Timur 1950”
“Yang Tenggelam Saat Fajar”

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Satgas PKH untuk menertibkan kawasan hutan dan tambang ilegal secara tegas, trans...

news | 10:15 WIB

Pemprov DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air bersih berbasis IoT dan AI dengan Shenzhen Water Grou...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori...

news | 08:15 WIB

Wapres Gibran pastikan pembangunan 699 unit huntap di Tapanuli Selatan dimulai bulan ini untuk korban bencana hidrometeo...

news | 07:00 WIB

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB