Mentan Amran Instruksikan BRMP Perkuat Kemandirian Pangan di Timur Indonesia

Mentan Andi Amran Sulaiman instruksikan BRMP perkuat kemandirian pangan di 6 provinsi Papua melalui peningkatan luas tanam padi dan sistem meritokrasi anggaran.

Elara | MataMata.com
Selasa, 03 Maret 2026 | 08:30 WIB
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Respons Cepat Modifikasi Pertanian (BRMP) memperkuat peran strategisnya dalam mendorong kemandirian pangan, khususnya di kawasan timur Indonesia. Fokus utama penguatan ini menyasar enam provinsi di Tanah Papua.

"Penguatan BRMP difokuskan untuk mendorong kemandirian pangan di Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua," ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/3).

Pemerintah menargetkan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi secara signifikan di wilayah Papua. Langkah ini diambil untuk memperkuat produksi beras lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Selain padi, komoditas unggulan seperti kopi dan kakao juga masuk dalam program percepatan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Amran menegaskan bahwa Papua harus mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan teknologi pertanian modern. "Kita ingin Papua mandiri pangan. Itu mimpi kita. Semua (provinsi di Papua) harus berdiri dan bergerak," tegasnya.

Reformasi Tata Kelola dan Meritokrasi Kementerian Pertanian (Kementan) kini memperkuat tata kelola program strategis melalui koordinasi terpusat di BRMP tingkat provinsi.

Skema ini dirancang agar operasional, kinerja, hingga pengawasan program seperti cetak sawah, optimalisasi lahan (oplah), dan distribusi alat mesin pertanian (alsintan) berjalan lebih akuntabel.

Amran menekankan bahwa penilaian keberhasilan program akan berbasis meritokrasi. "Ke depan, seluruh capaian dan penggunaan anggaran di wilayah harus terkoordinasi melalui BRMP provinsi. Penilaian kita berbasis kinerja, bukan melihat siapa subjeknya," tutur Amran.

Melalui sistem baru ini, seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) secara operasional akan berada di bawah kendali koordinasi BRMP provinsi, meskipun administrasi tetap dikelola oleh BPPSDMP. Dengan demikian, pengendalian program di lapangan diharapkan lebih terarah dan selaras dengan target nasional.

Selain itu, setiap persetujuan program dan penganggaran di wilayah wajib melalui mekanisme koordinasi BRMP provinsi sebelum diajukan ke tingkat pusat. Hal ini bertujuan memperkuat posisi sektor pertanian dalam koordinasi lintas sektor dengan gubernur maupun bupati.

Baca Juga: DPR Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Infrastruktur Pendidikan

"Kita ingin kolaborasi dengan gubernur dan bupati berjalan kuat dan setara. Semua program harus terkoordinasi dan jelas penanggung jawabnya," pungkas Mentan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 dan mengajak umat Kristiani mendoakan perdamaian serta k...

news | 18:20 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB