Kemenkeu: Penyaluran Dana Desa di Bengkulu Capai Rp149,56 Miliar, Mukomuko Tercepat

Kemenkeu melalui DJPb mencatat realisasi dana desa di Bengkulu mencapai Rp149,56 miliar per Mei 2026. Mukomuko jadi yang tercepat, Rejang Lebong belum salur.

Elara | MataMata.com
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:04 WIB
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Anggi Mayasari

Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Anggi Mayasari

Matamata.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat realisasi penyaluran dana desa di Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp149,56 miliar hingga pertengahan Mei 2026. Angka ini setara dengan 39,66 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp377,08 miliar yang dialokasikan untuk 1.341 desa.

"Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi penyaluran dana desa di wilayah Bengkulu sudah mencapai Rp149,56 miliar," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardhana, di Kota Bengkulu, Selasa (19/5/2026).

Irfan mengungkapkan, Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara menjadi dua wilayah dengan performa penyaluran tercepat dan patut menjadi rujukan. Melalui sinergi solid dengan KPPN setempat, kedua pemda ini memimpin realisasi pencairan dana desa tahap kedua dengan total 181 desa penerima.

Berdasarkan data DJPb, Kabupaten Mukomuko mencatatkan penyaluran sebesar Rp38,62 miliar atau 90,67 persen untuk 123 desa penerima dana desa tahap kedua (dari total 148 desa). Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Utara merealisasikan dana desa tahap kedua sebesar Rp34,25 miliar atau 55,94 persen untuk 58 desa penerima (dari total 215 desa).

Capaian positif dari Pemda Mukomuko dan Bengkulu Utara ini, menurut Irfan, merupakan bukti nyata komitmen penyelesaian administrasi yang cepat, koordinasi desa yang tanggap, serta asistensi intensif dari Kanwil DJPb dan KPPN.

Di sisi lain, Kanwil DJPb Bengkulu terus mendorong pemerintah daerah lainnya untuk memacu proses pencairan. Berdasarkan data ritel wilayah lainnya:

Kabupaten Kepahiang: Rp12,34 miliar (42,55 persen)
Kabupaten Bengkulu Selatan: Rp15,33 miliar (39,30 persen)
Kabupaten Bengkulu Tengah: Rp14,59 milar (38,30 persen)
Kabupaten Kaur: Rp15,86 miliar (31,21 persen)
Kabupaten Seluma: Rp13,92 miliar (26,03 persen)
Kabupaten Lebong: Rp4,51 miliar (17,54 persen)

Sementara itu, Kabupaten Rejang Lebong tercatat menjadi satu-satunya wilayah yang hingga saat ini belum menyalurkan anggaran dana desa sama sekali.

DJPb meminta pemda yang serapannya masih rendah segera melakukan percepatan. Pasalnya, hingga 18 Mei 2026, masih terdapat 346 desa di Bengkulu yang belum mencairkan Dana Desa Tahap I.

Percepatan ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat tapak, membiayai program ketahanan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, serta program prioritas desa lainnya.

Baca Juga: Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

"Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif mendorong aparat desa dan pemda masing-masing. Masyarakat dapat menjadi katalisator dengan cara mengawal musyawarah desa dan memastikan pelaporan tepat waktu agar persyaratan salur Tahap I maupun Tahap II segera terpenuhi," pungkas Irfan. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Dubes Kuwait untuk membahas dampak konflik Timur Tengah. Kuwa...

news | 10:46 WIB

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak Kemenlu gerak cepat menyelamatkan 9 WNI yang ditangkap militer Israel saa...

news | 09:51 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid mengecam keras tindakan Israel yang menahan misi kemanusiaan GSF 2.0 ke Gaza. Tiga jurnalis Indo...

news | 08:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi serahkan alutsista baru untuk TNI AU, mulai dari jet tempur Rafale, Airbus A400M, hingga...

news | 07:15 WIB

Eks Wamenaker Immanuel "Noel" Ebenezer mengaku menyesal tidak korupsi lebih banyak usai dituntut 5 tahun penjara. Ia men...

news | 06:00 WIB

Kemkomdigi berencana mewajibkan penggunaan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Simak alasan Menkomd...

news | 16:26 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) instruksikan SPPG utamakan produk pangan dan telur lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (M...

news | 16:22 WIB

Komisi III DPR RI mendesak polisi segera mengusut kasus dugaan penganiayaan PRT berinisial H oleh mantan istri komedian ...

news | 16:16 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama lonjakan harga minyak dan kurs...

news | 14:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu str...

news | 14:28 WIB