Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Dubes Kuwait untuk membahas dampak konflik Timur Tengah. Kuwait ungkap wilayahnya ikut diserang dan harap Indonesia turun tangan.

Elara | MataMata.com
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:46 WIB
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-PDIP

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-PDIP

Matamata.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Megawati, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026) tersebut membahas dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap Indonesia serta penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, dan politikus PDIP M. Guntur Romli.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa Dubes Khalid menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut Kuwait, situasi di Palestina saat ini merupakan bentuk kolonialisme terakhir di muka bumi.

"Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung (KAA), yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Hasto menambahkan, Kuwait memandang Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South. Nilai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dinilai terus menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika.

Merespons hal tersebut, Megawati menegaskan bahwa Indonesia konsisten memainkan peran geopolitik penting sejak Konferensi Asia-Afrika. "Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan konkret terhadap kemerdekaan Palestina," kata Megawati.

Perbincangan hangat tersebut kemudian berlanjut pada situasi mutakhir konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Megawati pun menyoroti aspek kemanusiaan dari konflik bersenjata tersebut.

"Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak perang yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik," tutur Megawati.

Di sisi lain, Dubes Khalid menegaskan posisi Kuwait yang netral. Kuwait secara resmi menolak wilayah maupun ruang udaranya digunakan sebagai titik awal serangan terhadap negara tetangga. Namun, Dubes Khalid membeberkan fakta bahwa dalam dua bulan terakhir, Kuwait justru terus menghadapi serangan intensif yang menyasar fasilitas sipil.

"Serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, dengan dalih untuk mengganggu kepentingan AS di Kuwait," papar Dubes Khalid.

Baca Juga: DPR Desak Kemenlu Gerak Cepat Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

Kuwait menyatakan telah melayangkan protes dan menyampaikan posisi mereka kepada Iran, namun serangan belum berhenti. Oleh karena itu, Kuwait berharap Indonesia dengan reputasi internasionalnya yang terhormat dapat mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, termasuk mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz demi stabilitas pasar energi global.

Hasto menutup keterangan dengan menyebut bahwa kepemimpinan Megawati terus mendapat perhatian luas dari dunia internasional, terbukti dari intensnya komunikasi yang dijalin oleh para duta besar negara sahabat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenkeu melalui DJPb mencatat realisasi dana desa di Bengkulu mencapai Rp149,56 miliar per Mei 2026. Mukomuko jadi yang...

news | 11:04 WIB

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak Kemenlu gerak cepat menyelamatkan 9 WNI yang ditangkap militer Israel saa...

news | 09:51 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid mengecam keras tindakan Israel yang menahan misi kemanusiaan GSF 2.0 ke Gaza. Tiga jurnalis Indo...

news | 08:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi serahkan alutsista baru untuk TNI AU, mulai dari jet tempur Rafale, Airbus A400M, hingga...

news | 07:15 WIB

Eks Wamenaker Immanuel "Noel" Ebenezer mengaku menyesal tidak korupsi lebih banyak usai dituntut 5 tahun penjara. Ia men...

news | 06:00 WIB

Kemkomdigi berencana mewajibkan penggunaan nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Simak alasan Menkomd...

news | 16:26 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) instruksikan SPPG utamakan produk pangan dan telur lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (M...

news | 16:22 WIB

Komisi III DPR RI mendesak polisi segera mengusut kasus dugaan penganiayaan PRT berinisial H oleh mantan istri komedian ...

news | 16:16 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama lonjakan harga minyak dan kurs...

news | 14:51 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu str...

news | 14:28 WIB