Menkeu Jamin Anggaran Alutsista hingga Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu APBN

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjamin anggaran alutsista dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu struktur APBN karena defisit dijaga di bawah 3%.

Elara | MataMata.com
Senin, 18 Mei 2026 | 14:28 WIB
Menkeu Jamin Anggaran Alutsista hingga Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu APBN

Menkeu Jamin Anggaran Alutsista hingga Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu APBN

matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh program kerja pemerintah, mulai dari pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak akan mengganggu struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya memastikan seluruh anggaran program strategis tersebut telah diperhitungkan secara cermat dengan tetap berpedoman pada batas aman defisit fiskal, yaitu di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dengan ini sudah kita hitung anggarannya, di bawah 3 persen defisitnya, di bawah 3 persen dari PDB," ujar Purbaya usai menghadiri acara penyerahan alutsista udara di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keberlanjutan pembiayaan negara. Menurutnya, formulasi fiskal telah disusun secara matang, termasuk alokasi pertahanan yang sebenarnya sudah mulai dianggarkan sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Jadi semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM," kata Purbaya menambahkan.

Menurut Menkeu, manajemen anggaran yang akurat ini menjamin seluruh agenda strategis nasional dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan alokasi pendanaan satu sama lain.

Penegasan Menkeu ini disampaikan di sela-sela mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto yang menyerahkan sejumlah alutsista udara secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Alutsista yang diserahkan meliputi enam unit pesawat tempur Dassault Rafale (MRCA), empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, satu unit pesawat angkut Airbus A400M Atlas MRTT, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan Missile Meteor.

Sebagai informasi, inisiasi pengadaan pesawat-pesawat tersebut telah dilakukan sejak era Presiden Joko Widodo. Kontrak kesepakatan dan penganggarannya diteken saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Kontrak pengadaan total 42 unit pesawat Dassault Rafale sendiri ditandatangani pada Februari 2022, di mana gelombang pertama mulai tiba di Indonesia pada awal tahun 2026.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Respons Kritik The Economist, Tegaskan Defisit APBN Terkendali

Sementara itu, pesawat Falcon 8X dipesan untuk kebutuhan angkut VVIP sebanyak empat unit, dan pesawat multi-peran Airbus A400M telah disepakati oleh Kementerian Pertahanan sejak akhir 2021. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menlu Sugiono mengungkapkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Belarus mencapai 500 juta dolar AS, fokus pada sekt...

news | 12:21 WIB

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq meminta 98 wali kota anggota APEKSI memperkuat ketahanan pangan perkotaan karena 60%...

news | 07:30 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman optimis swasembada pangan RI makin kokoh. Data BPS memproyeksikan produksi beras Januari-Agus...

news | 10:45 WIB

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU ...

news | 06:15 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian besar Polri di HUT ke-80 Bhayangkara, mulai dari penyitaan nark...

news | 16:37 WIB