Gus Irfan Tegaskan Presiden Prabowo Tak Campuri Pemilihan Pemimpin NU

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU dan tidak mengintervensi bursa pemilihan Ketua Umum di Muktamar ke-35 NU.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 Juli 2026 | 06:15 WIB
Gus Irfan Tegaskan Presiden Prabowo Tak Campuri Pemilihan Pemimpin NU

Gus Irfan Tegaskan Presiden Prabowo Tak Campuri Pemilihan Pemimpin NU

matamata.com - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses pemilihan kepemimpinan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Langkah ini diambil demi menjaga independensi dan kemandirian organisasi ulama tersebut.

"Bapak Prabowo justru sangat menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama. Beliau tidak akan ikut campur menentukan siapa yang memimpin. Jika ada yang mengaku didukung Presiden, itu tidak benar. Harapan Beliau hanya satu, yaitu terpilih pemimpin terbaik untuk kemajuan NU," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan kepada wartawan di Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari ini berharap Muktamar NU dapat berlangsung dalam suasana sejuk serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar organisasi. Ia mengingatkan agar Muktamar NU tidak disamakan dengan kongres partai politik yang kerap diwarnai persaingan keras demi memperebutkan jabatan.

"Itu bukanlah ciri khas NU. Kita harus berkaca kepada para kiai pendahulu NU. Mereka justru saling menolak untuk dipilih karena menyadari ini adalah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," ujarnya.

Menurut Gus Irfan, para tokoh NU perlu kembali meneladani nilai-nilai Qanun Asasi yang diajarkan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Muktamar kali ini harus bebas dari praktik politik uang maupun intervensi kepentingan politik luar.

"Kepada pihak-pihak yang selama ini dianggap menimbulkan keributan, sebaiknya ikhlas dan memberi kesempatan kepada yang lebih layak. Cukup membantu dari luar agar NU tetap menjadi organisasi yang teduh dan bermanfaat bagi umat," tambahnya.

Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Keputusan ini dimatangkan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso, Kediri, akhir Juni lalu.

Seluruh materi komisi dan keputusan penting—termasuk pembahasan mengenai fikih siber dan tata kelola haji—telah digodok untuk langsung dibawa ke arena Muktamar.

Hingga saat ini, PBNU masih melakukan peninjauan akhir terhadap tiga daerah yang dicalonkan sebagai tuan rumah, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat.

Selain membahas arah strategis organisasi memasuki abad kedua NU, agenda utama Muktamar ke-35 ini adalah pemilihan Ketua Umum PBNU yang baru serta penentuan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk memilih Rais Aam. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kementerian Keuangan beberkan 4 faktor utama pemicu PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada...

news | 13:01 WIB

Rangkaian MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika resmi dimulai Jumat (9/10). Cek jadwal FP1, persaingan Jorge Martin...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) 926 di Kalimantan Barat berperan menjaga perta...

news | 08:58 WIB

Pertamina menggandeng Unram untuk melatih warga Desa Kuta Lombok Tengah dalam pengelolaan sampah dan bahasa Inggris menj...

news | 08:15 WIB

Psikolog klinis Miki Amrilya Wardati mengimbau masyarakat segera berkonsultasi ke profesional jika overthinking mulai me...

news | 07:00 WIB