Presiden Belarus Tegaskan Alih Teknologi Jadi Prioritas Kerja Sama dengan Indonesia

Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan alih teknologi ke Indonesia lebih utama dibanding perdagangan biasa saat bertemu Presiden Prabowo.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 Juli 2026 | 17:32 WIB
Presiden Belarus Tegaskan Alih Teknologi Jadi Prioritas Kerja Sama dengan Indonesia

Presiden Belarus Tegaskan Alih Teknologi Jadi Prioritas Kerja Sama dengan Indonesia

matamata.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menilai alih teknologi menjadi aspek yang jauh lebih krusial ketimbang sekadar peningkatan volume perdagangan dalam penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus.

"Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara tentu akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan alih teknologi," ujar Lukashenko dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut Lukashenko, diversifikasi perdagangan sangat penting agar suatu negara tidak memiliki ketergantungan pada satu atau dua mitra dagang saja. Di sisi lain, alih teknologi dinilai bakal memperkuat kemampuan Indonesia untuk memproduksi berbagai kebutuhan secara mandiri.

Lukashenko menegaskan, Belarus siap mendukung penuh upaya diversifikasi perdagangan Indonesia, sekaligus memperluas ekspansi kerja sama di berbagai sektor strategis. Ia juga mengungkit kembali hubungan historis baik kedua negara yang telah mengakar sejak era Uni Soviet, serta menempatkan Indonesia sebagai mitra utama Belarus di Asia Tenggara.

Komitmen ini diperkuat dengan peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 pada hari yang sama. Peta jalan tersebut akan menjadi kompas hubungan bilateral kedua negara untuk lima tahun ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik visi tersebut. Prabowo menyatakan bahwa peta jalan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk membangun kerja sama yang terarah, konkret, dan saling menguntungkan.

Ia memaparkan sejumlah sektor yang menjadi fokus utama, di antaranya pertanian, industri, perdagangan, pengembangan teknologi, pelatihan vokasi, hingga sosial budaya.

"Di bidang industri, kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture (usaha patungan) antara pelaku usaha kedua negara. Khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri," tutur Presiden Prabowo.

Sebagai informasi, hubungan ekonomi kedua negara terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai perdagangan nonmigas Indonesia dan Belarus pada 2025 sukses menembus angka 221,3 juta dolar AS, atau melonjak sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, nilai ekspor Indonesia ke Belarus tercatat sebesar 79,6 juta dolar AS. Komoditas andalan tanah air mencakup komponen elektronik, produk kelapa sawit, hasil perikanan olahan, tekstil, hingga komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan teh. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB