Hubungan Bilateral RI Belarus, Menlu Sugiono Ungkap Potensi Kerja Sama Pangan Energi

Menlu Sugiono mengungkapkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Belarus mencapai 500 juta dolar AS, fokus pada sektor ketahanan pangan dan energi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 Juli 2026 | 12:21 WIB
Hubungan Bilateral RI Belarus, Menlu Sugiono Ungkap Potensi Kerja Sama Pangan Energi

Hubungan Bilateral RI Belarus, Menlu Sugiono Ungkap Potensi Kerja Sama Pangan Energi

matamata.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan bahwa potensi kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus berpeluang mencapai sekitar 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,1 triliun). Angka strategis ini dibahas dalam forum bisnis bilateral yang digelar baru-baru ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono seusai mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sugiono, pertemuan kedua kepala negara hari ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 lalu, yang menghasilkan komitmen perluasan kerja sama bilateral.

"Laporannya itu sekitar 500 juta (dolar AS). Kedua Presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, perlu terus ditingkatkan untuk kemajuan bersama," ujar Sugiono merujuk pada hasil forum bisnis yang diselenggarakan pada Selasa (30/6/2026).

Sugiono menambahkan, penguatan hubungan ini didukung oleh penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), di mana Belarus menjadi salah satu negara yang telah meratifikasinya.

Sebagai langkah konkret, kedua negara resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis untuk memulai babak baru kerja sama yang lebih intensif.

"Hari ini diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," kata Menlu.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas utama kedua negara antara lain ketahanan pangan dan energi. Salah satu poin spesifik yang dibahas adalah pasokan produk pertanian, termasuk pemenuhan bahan baku pupuk untuk Indonesia.

Sebagai informasi, kunjungan Presiden Alexandr Lukashenko ke Indonesia kali ini merupakan yang kedua kalinya, setelah lawatan pertamanya pada tahun 2013 silam. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Pegadaian dan BSI menarik 20 persen dari 1.800 ton emas simpanan masyaraka...

news | 16:59 WIB

Ekonom Celios Nailul Huda mendesak Perpres Transportasi Daring (ojol) menjamin hubungan kemitraan yang setara, hak multi...

news | 16:48 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka bertolak ke NTT bersama mahasiswa Psikologi UI untuk memantau penanganan bencana dan membe...

news | 14:01 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka tiba di Maumere, NTT, untuk meninjau penanganan pascagempa M 7,7. Gibran memboyong tim tra...

news | 13:55 WIB

Pemerintah melalui Menkeu dan Menteri ESDM tengah merumuskan aturan pembatasan subsidi BBM Pertalite bagi masyarakat mam...

news | 13:37 WIB