Pertamina Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat dalam Penetapan Harga BBM Nonsubsidi
matamata.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian harga minyak mentah akibat gejolak geopolitik global.
"Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, di sela-sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Pernyataan tersebut merespons kebijakan Pertamina yang mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di angka Rp16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter, meskipun tensi geopolitik sempat memanas.
Baron menjelaskan, Pertamina selalu patuh pada pola perhitungan BBM yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.
"Apa yang terjadi kemarin pada 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan tentunya perkembangan harga minyak dunia," kata Baron.
Menanggapi potensi adanya migrasi konsumen dari Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite akibat disparitas harga, Baron memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat di lapangan.
"Kami terus memantau pergerakan tersebut, sehingga penyaluran BBM nonsubsidi maupun BBM subsidi tetap tepat sasaran dan terkendali," tambahnya.
Sebagai informasi, per 1 Juli 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga dengan menurunkan sejumlah jenis BBM nonsubsidi, khususnya varian solar dan Pertamax Turbo.
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) turun signifikan menjadi Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter pada Juni 2026. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp21.150 per liter, turun dari Rp24.800 per liter.
Penurunan harga juga berlaku pada Pertamax Turbo (RON 98) yang kini menjadi Rp19.300 per liter dari harga bulan lalu sebesar Rp20.750 per liter.
Di sisi lain, harga Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan. Harga kedua produk tersebut terakhir kali mengalami penyesuaian pada 10 Juni 2026, menyusul kebijakan pemerintah yang sempat menahan harga BBM akibat dampak konflik bersenjata di Timur Tengah. (Antara)