Pertamina Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat dalam Penetapan Harga BBM Nonsubsidi

Pertamina mempertimbangkan daya beli masyarakat dalam menetapkan harga BBM per 1 Juli 2026. Simak rincian harga Pertamax dan Pertamina Dex terbaru di sini.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 Juli 2026 | 17:47 WIB
Pertamina Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat dalam Penetapan Harga BBM Nonsubsidi

Pertamina Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat dalam Penetapan Harga BBM Nonsubsidi

matamata.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian harga minyak mentah akibat gejolak geopolitik global.

"Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, di sela-sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan tersebut merespons kebijakan Pertamina yang mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di angka Rp16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter, meskipun tensi geopolitik sempat memanas.

Baron menjelaskan, Pertamina selalu patuh pada pola perhitungan BBM yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

"Apa yang terjadi kemarin pada 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan tentunya perkembangan harga minyak dunia," kata Baron.

Menanggapi potensi adanya migrasi konsumen dari Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite akibat disparitas harga, Baron memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat di lapangan.

"Kami terus memantau pergerakan tersebut, sehingga penyaluran BBM nonsubsidi maupun BBM subsidi tetap tepat sasaran dan terkendali," tambahnya.

Sebagai informasi, per 1 Juli 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga dengan menurunkan sejumlah jenis BBM nonsubsidi, khususnya varian solar dan Pertamax Turbo.

Untuk wilayah Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) turun signifikan menjadi Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter pada Juni 2026. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp21.150 per liter, turun dari Rp24.800 per liter.

Penurunan harga juga berlaku pada Pertamax Turbo (RON 98) yang kini menjadi Rp19.300 per liter dari harga bulan lalu sebesar Rp20.750 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan. Harga kedua produk tersebut terakhir kali mengalami penyesuaian pada 10 Juni 2026, menyusul kebijakan pemerintah yang sempat menahan harga BBM akibat dampak konflik bersenjata di Timur Tengah. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Menlu Sugiono mengungkapkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Belarus mencapai 500 juta dolar AS, fokus pada sekt...

news | 12:21 WIB

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq meminta 98 wali kota anggota APEKSI memperkuat ketahanan pangan perkotaan karena 60%...

news | 07:30 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman optimis swasembada pangan RI makin kokoh. Data BPS memproyeksikan produksi beras Januari-Agus...

news | 10:45 WIB

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU ...

news | 06:15 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian besar Polri di HUT ke-80 Bhayangkara, mulai dari penyitaan nark...

news | 16:37 WIB