MUI Bertemu Dubes Arab Saudi, Tegaskan Indonesia Tolak Segala Bentuk Penjajahan

Ketum MUI Anwar Iskandar bertemu Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah Al Amoudi. Indonesia tegaskan posisi tolak penjajahan dan serukan penghentian perang di Timur Tengah.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar (ketiga kiri) dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi (tengah) berfoto bersama di kediaman Faisal di Jakarta (16/4/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar (ketiga kiri) dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi (tengah) berfoto bersama di kediaman Faisal di Jakarta (16/4/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

Matamata.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menegaskan komitmen teguh Indonesia dalam menolak segala bentuk penjajahan antarnegara. Hal itu disampaikan dalam pertemuan strategis dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Dubes Saudi, Jakarta, Kamis malam (16/4), tersebut membahas berbagai isu krusial, termasuk perkembangan dinamika di kawasan Timur Tengah.

"Indonesia adalah negara yang tidak membenarkan penjajahan karena melanggar prinsip hubungan internasional dan hak asasi manusia," tegas Anwar Iskandar dalam keterangan resminya.

Anwar menekankan bahwa nilai persaudaraan dan kekuatan umat Islam harus menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Menurutnya, konflik bersenjata hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil.

"Pada hakikatnya kita semua adalah saudara. Menghilangkan nyawa manusia sangat dilarang dalam ajaran agama. Karena itu, peperangan harus segera dihentikan," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Faisal Abdullah Al Amoudi mengapresiasi konsistensi MUI dalam menyikapi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki ikatan batin yang kuat.

"Sikap MUI tidak diragukan, selalu berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi. Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, sementara Arab Saudi merupakan tempat turunnya wahyu dan rumah bagi kota-kota suci," ujar Dubes Faisal.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Sementara dari jajaran pimpinan MUI, hadir Wakil Ketua Umum KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum Misbahul Ulum, serta Ketua Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB

KPK menyita 33 kendaraan hingga uang asing dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait suap KI...

news | 19:47 WIB