Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ingatkan ASN Komcad Waspada Pengaruh 'Deep State'

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan keras kepada 1.773 ASN Komcad di Lanud Halim. Menhan ingatkan ancaman 'deep state' yang ingin merusak birokrasi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 03 Juni 2026 | 14:56 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berjabat tangan dengan anggota Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I ASN usai memberikan arahan di Arta Hanggar Indonesia Wing Udara 1 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Dalam arahannya Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar Komcad ASN dapat meningkatkan jiwa patriotisme,nasionalisme dan profesionalisme dalam setiap menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat, bangsa dan tanah air. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berjabat tangan dengan anggota Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I ASN usai memberikan arahan di Arta Hanggar Indonesia Wing Udara 1 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Dalam arahannya Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar Komcad ASN dapat meningkatkan jiwa patriotisme,nasionalisme dan profesionalisme dalam setiap menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat, bangsa dan tanah air. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

Matamata.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan anggota Komponen Cadangan (Komcad) dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewaspadai berbagai pengaruh yang dapat melemahkan sistem birokrasi pemerintahan Indonesia.

Sjafrie mengungkapkan, ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan birokrasi Indonesia berkembang dan semakin kuat, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri.

"Orang-orang di luar tidak ingin birokrasi di Indonesia kuat. Bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state," kata Sjafrie saat memberikan pembekalan kepada 1.773 ASN calon Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Sjafrie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pihak atau aktor yang dimaksud dalam pernyataan deep state tersebut.

Menhan menegaskan bahwa ASN Komcad dilatih justru untuk memperkuat birokrasi dan menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, ia meminta mereka untuk tidak lengah terhadap infiltrasi ideologi asing.

"Satu hal yang harus kau perhatikan adalah kewaspadaan. Jangan sampai kamu kena pengaruh ideologi, karena ideologi kita sudah jelas Pancasila. Politik kita sudah jelas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," tegasnya.

Sjafrie menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan Komcad harus menjadi landasan dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Dengan mengedepankan nasionalisme, ASN Komcad diharapkan mampu memberikan kinerja terbaik untuk kepentingan masyarakat sekaligus membentengi sistem pemerintahan.

Sebagai informasi, sebanyak 1.773 ASN yang mengikuti pendidikan Komcad ini berasal dari berbagai instansi pemerintah di Jakarta. Sebelum dilantik, mereka telah menjalani pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) selama satu setengah bulan sejak dilepas pada pertengahan April lalu.

Pelatihan tersebut tersebar di sejumlah fasilitas milik TNI, antara lain Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara (Pusbahasa AU), Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak.

Setelah gelombang pertama ini selesai, Kementerian Pertahanan berencana kembali membuka pelatihan Komcad bagi ASN gelombang kedua dengan kuota peserta yang disiapkan mencapai 2.000 orang. (Antara)

Baca Juga: DPR Bersiap Bahas Revisi UU Pemilu, Dasco Ingatkan Komisi II Antisipasi Gugatan MK

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Komisi II siap membahas revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dasco ingatkan...

news | 13:49 WIB

KPK menggelar OTT di Imigrasi Jakarta Barat dan menangkap belasan orang, termasuk Kakanim Ronald Arman Abdullah. Tim KPK...

news | 12:28 WIB

Polda Aceh mengeluarkan imbauan keras menjelang Piala Dunia 2026. Kapolda Aceh menegaskan larangan judi bola, konvoi di ...

news | 11:08 WIB

Kemendikdasmen menyalurkan bantuan 100 paket school kit dan layanan trauma healing bagi murid korban kebakaran di Kemayo...

news | 10:30 WIB

DPR mendesak Kemenekraf segera melobi Kemenkeu untuk menunda penerapan tarif pajak normal PP 20/2026 bagi pelaku industr...

news | 10:15 WIB

Menlu RI Sugiono menyambut kunjungan resmi Menlu Turkiye Hakan Fidan di Jakarta. Simak agenda lengkap mulai dari target ...

news | 09:42 WIB

KPK mendalami mekanisme pengisian kuota haji di PT Maktour milik Fuad Hasan Masyhur. Empat staf diperiksa, sementara Fua...

news | 06:15 WIB

Komisi X DPR RI mendesak Kemendikdasmen mengkaji matang wacana bahasa Prancis masuk kurikulum sekolah agar tidak mengorb...

news | 16:08 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan swasembada pangan adalah hak rakyat dan petani. Kerangka 33 regulasi disiapkan de...

news | 16:02 WIB

PLN menegaskan tarif listrik periode April-Juni 2026 tidak naik. Simak penjelasan PLN terkait tagihan netizen yang melon...

news | 15:56 WIB