Saling Sandera Kesepakatan, Iran Tuntut AS Hentikan Sikap Plinplan dan Tuntutan Berlebihan

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak kronologi konflik dan perkembangan terbarunya di sini.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:52 WIB
Saling Sandera Kesepakatan, Iran Tuntut AS Hentikan Sikap Plinplan dan Tuntutan Berlebihan

Saling Sandera Kesepakatan, Iran Tuntut AS Hentikan Sikap Plinplan dan Tuntutan Berlebihan

matamata.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa tercapainya kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) sepenuhnya bergantung pada kesediaan Washington untuk menghentikan tuntutan yang berlebihan. AS juga didesak untuk meninggalkan sikap kontradiktif yang dinilai menghambat proses diplomasi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran, mengutip penegasan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat (29/5).

"Menjelaskan situasi seputar proses diplomatik yang dimediasi oleh Pakistan, Araghchi menekankan bahwa tercapainya kesepakatan akhir bergantung pada AS untuk mengakhiri tuntutan berlebihan dan meninggalkan posisi yang kontradiktif," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.

Sikap tegas Teheran ini disampaikan Araghchi usai melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat menyatakan bahwa sejumlah isu utama terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum menemui titik temu. Kendati demikian, Trump mengeklaim Washington dan Teheran sudah mencapai kesepakatan untuk beberapa isu lain yang skalanya lebih kecil.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menjatuhkan korban dari warga sipil.

Pascaserangan tersebut, Washington dan Teheran sebenarnya sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa hasil yang jelas.

Situasi semakin rumit setelah militer AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Meskipun Trump kemudian memperpanjang masa penghentian permusuhan demi memberi waktu bagi Iran untuk menyusun proposal perdamaian, aksi blokade ekonomi terhadap Teheran hingga kini masih terus berlangsung. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayah Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al ...

news | 15:47 WIB

Mendikdasmen Abdul Muti menerbitkan SE Nomor 18 Tahun 2026 terkait pembatasan gawai di sekolah demi tingkatkan konsentra...

news | 14:41 WIB

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengkritik mentalitas ASN yang dinilai gemar 'absen dan ngopi'. DPR desak p...

news | 13:06 WIB

Istana kepresidenan tengah memproses Keppres pengganti Jampidsus Febrie Adriansyah. Nama Kepala Badan Pemulihan Aset Kej...

news | 13:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengancam akan menutup perusahaan sawit nakal yang mempermainkan harga TBS petani, menyusul i...

news | 10:44 WIB