Trump Tolak Rusia dan China Amankan Pasokan Uranium Iran

Presiden AS Donald Trump tegas menolak Rusia atau China menyimpan pasokan uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas pasca-serangan militer dan blokade laut.

Elara | MataMata.com
Kamis, 28 Mei 2026 | 09:15 WIB
Trump Tolak Rusia dan China Amankan Pasokan Uranium Iran

Trump Tolak Rusia dan China Amankan Pasokan Uranium Iran

matamata.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak akan menyetujui jika Rusia atau China mengambil alih dan menyimpan persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran. Isu pemindahan material nuklir ini tetap menjadi persoalan paling sensitif dalam perundingan antara Washington dan Teheran.

"Tidak, saya tidak akan merasa nyaman. Itu tidak akan membuat saya nyaman," ujar Trump kepada wartawan di Washington, Rabu (27/5), saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Moskow atau Beijing.

Sebelumnya pada 11 Mei, Trump sempat menyebut bahwa para negosiator Iran meyakini hanya AS dan China yang memiliki kapabilitas untuk memindahkan material nuklir dari negara tersebut.

Namun, dinamika berubah ketika Rusia menyatakan kesiapannya. Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, pada 18 April lalu menyatakan siap membantu proses pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran.

Langkah ini dipertegas oleh Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia. Ia menyatakan Moskow siap menyimpan material nuklir tersebut jika Teheran memintanya sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan AS.

Sikap keras Trump ini tidak lepas dari rentetan konflik bersenjata yang baru saja terjadi. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan militer bersama ke wilayah Iran yang mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Meskipun Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa menghasilkan terobosan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kembalinya kontak senjata. Kendati demikian, situasi di kawasan masih memanas lantaran Washington terus memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan dan wilayah perairan Iran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kantor SAR Natuna mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) usai jalani pelatihan intensif penanganan ...

news | 18:44 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid meminta STPN Sleman menjaga tradisi dialektika berpikir dengan menghadirkan ruang diskusi bersa...

news | 18:41 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah menerapkan satu kendali dalam penanganan karhutla serta mengawal ketat pe...

news | 18:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Garoga di Tapanuli Selatan dan meminta percepatan pemulihan pasca...

news | 18:34 WIB

Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di...

news | 09:45 WIB