Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos

Kemensos menargetkan investigasi internal dugaan markup pengadaan sepatu Sekolah Rakyat rampung dalam 3 pekan. Dua pejabat kini resmi dinonaktifkan.

Elara | MataMata.com
Senin, 18 Mei 2026 | 10:43 WIB
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos

Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos

matamata.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan investigasi internal terkait dugaan penggelembungan harga (markup) pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat rampung dalam tiga pekan. Pengusutan ini dipimpin langsung oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, langkah ini merupakan respons cepat untuk menindaklanjuti kritik dan masukan masyarakat terkait anggaran pengadaan barang yang dinilai tidak wajar.

"Kami tindak lanjuti dokumen dan bukti yang cukup. Kami berikan kesempatan kepada Irjen (Inspektur Jenderal) untuk mendalami dengan baik. Targetnya paling lama tiga minggu. Insyaallah, awal bulan depan hasilnya sudah bisa disampaikan," kata Saifullah Yusuf setelah memimpin Apel Ikrar Antikorupsi di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Sebagai langkah awal untuk mempermudah proses investigasi, Kemensos telah menonaktifkan dua pejabat terkait. Keduanya adalah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satker Sekretariat Jenderal, serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.

Saifullah memastikan investigasi ini mencakup evaluasi dua lini pengadaan, yaitu program yang telah berjalan pada tahun 2025 dan yang sedang berproses pada tahun 2026. Ia menyebut seluruh penanggung jawab pengadaan bersikap kooperatif dan siap diaudit.

"Nanti setelah ada laporan lengkap dari Pak Irjen, akan ada evaluasi dan hasil investigasi. Semuanya akan kita tindak lanjuti, apakah dengan sanksi internal atau kita teruskan ke aparat penegak hukum," ucap Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Selain investigasi internal, Kemensos juga berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membenahi tata kelola pengadaan barang dan jasa, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sistem perencanaan.

"Masukan dari KPK banyak sekali dan akan kita tindak lanjuti. Saat ini kami mengevaluasi perencanaannya, baru kemudian dilanjutkan ke pengadaannya. Ini semua adalah bagian dari pencegahan dini dan bentuk apresiasi kami terhadap seluruh pendapat masyarakat," tutur Saifullah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB