Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandirian keluarga tetap terjaga pascamusibah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 30 April 2026 | 11:54 WIB
Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

matamata.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi akan menjalani asesmen menyeluruh. Langkah ini bertujuan agar para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, mendapatkan program pemberdayaan sosial yang tepat sasaran.

"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan diberikan dukungan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga tentu berbeda-beda," ujar Saifullah saat takziah ke rumah duka almarhumah Hj. Nuryati (63), salah satu korban kecelakaan, di Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/4).

Insiden maut tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi dan KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang. Data terbaru mencatat musibah ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka.

Saifullah menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Sosial merupakan instruksi langsung Presiden untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban.

Saat mengunjungi rumah duka di Jalan Utan Panjang, Mensos mengungkapkan bahwa almarhumah Hj. Nuryati adalah sosok pahlawan ekonomi keluarga. Selain aktif sebagai pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), almarhumah diketahui mengelola usaha warung untuk menghidupi delapan anaknya.

"Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga. Kemensos akan mendampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas," tegasnya.

Sebagai langkah awal, Kemensos telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa sembako, santunan uang tunai, serta dukungan psikososial. Bantuan ini merupakan bentuk tali asih pemerintah di luar santunan asuransi Jasa Raharja.

Namun, Gus Ipul menekankan bahwa fokus jangka panjang pemerintah adalah kemandirian ekonomi ahli waris.

"Kami akan memberikan pendampingan sesuai hasil asesmen. Kami berterima kasih kepada keluarga yang terbuka menyampaikan kondisinya, sehingga kami bisa menindaklanjuti dengan program-program pemerintah yang relevan," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Kemenekraf Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global melalui Hilirisasi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ziva Magnolya beri kejutan tampil berduet bersama Paul Klein di hari kedua konser LANY di Jakarta. Penampilannya panen p...

news | 15:00 WIB

Pinkan Mambo kenang momen awal masuk grup musik Ratu. Sempat gertak Ahmad Dhani, lolos audisi 1 menit, hingga beberkan k...

news | 14:30 WIB

Pengelola mal di Gresik beri penjelasan terkait insiden viral penempelan poster vulgar karyawati toko. Poster langsung d...

news | 14:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka karhutla dan mendesak jamin...

news | 13:38 WIB

Miss Thailand 2000 Boom Panadda resmi bercerai dari God Atip usai mengungkap dugaan perselingkuhan, penggelapan uang 7 j...

news | 11:45 WIB