Menko Yusril di Wisuda UBB: Generasi Muda Harus Miliki Integritas dan Kompetensi untuk Pembangunan

Menko Yusril Ihza Mahendra menegaskan pentingnya generasi muda mengombinasikan kompetensi, literasi digital, dan integritas moral di era AI untuk membangun bangsa.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:48 WIB
Menko Yusril di Wisuda UBB: Generasi Muda Harus Miliki Integritas dan Kompetensi untuk Pembangunan

Menko Yusril di Wisuda UBB: Generasi Muda Harus Miliki Integritas dan Kompetensi untuk Pembangunan

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghubungkan kompetensi yang mereka miliki dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Yusril saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung (UBB), Bangka Belitung, Senin (27/7). Menurutnya, di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI), Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi muda yang sekadar memiliki keterampilan teknis.

"Terlebih di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan, atau Artificial Intelligence," tutur Yusril di Jakarta, Jumat (31/7).

Ia menjelaskan, kemajuan teknologi memang memperluas akses pengetahuan dan mengubah lanskap dunia kerja. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan pertimbangan moral, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, karakter dan tujuan tetap menjadi penentu utama masa depan di era disrupsi teknologi.

Yusril juga mengingatkan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini bukan lagi sekadar memperoleh informasi, melainkan memilah dan memastikan keabsahan informasi tersebut. Kemampuan berpikir kritis, literasi digital, integritas, kolaborasi, adaptasi, dan inovasi menjadi kompetensi esensial yang harus terus diasah.

"Wisuda bukan garis akhir. Wisuda menandai berakhirnya satu tahap pendidikan dan dimulainya kewajiban untuk menjawab persoalan nyata sebagai seorang sarjana," ungkapnya.

Ia menegaskan, gelar akademik merupakan amanah untuk berpikir dan bertindak secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, para lulusan diminta tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah tertentu, melainkan terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim, turut memotivasi para wisudawan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika kehidupan pascakampus. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk selalu mengenang jasa, doa, dan pengorbanan orang tua yang mendampingi perjalanan studi mereka. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

BRIN mengubah stigma mistis kemenyan menjadi minyak asiri berkualitas tinggi untuk bahan baku parfum premium kelas dunia...

news | 13:52 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra menegaskan pentingnya generasi muda mengombinasikan kompetensi, literasi digital, dan integri...

news | 13:48 WIB

Komisi X DPR menyambut baik putusan MK yang mewajibkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisah dari pos pendidikan d...

news | 11:53 WIB

Angkatan Laut China dijadwalkan mengirim kapal perang Qi Jiguang dan Kunlunshan ke Surabaya pada Agustus 2026 guna mempe...

news | 10:40 WIB

ata kunci utama yang disarankan untuk digunakan dalam sistem CMS: Mensesneg Prasetyo Hadi, survei SMRC kinerja pemerinta...

news | 10:32 WIB