Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Matamata.com - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa hubungan yang stabil antara China dan Amerika Serikat (AS) bukan sekadar slogan. Ia mendesak kedua negara untuk mewujudkan komitmen tersebut melalui langkah nyata pasca-pertemuan bilateral antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump.
"Hubungan China-AS yang konstruktif, strategis, dan stabil bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi tujuan yang dipegang teguh oleh kedua pihak dan diwujudkan melalui tindakan bersama," ujar Wang Yi melalui pernyataan tertulis resmi di laman Kementerian Luar Negeri China, Jumat (15/5/2026) malam.
Wang Yi menyerukan agar momentum positif dari diplomasi kedua kepala negara segera ditransformasikan menjadi kebijakan konkret.
"Kita harus mengikuti arah yang telah ditetapkan oleh kedua kepala negara, terus memperkaya makna posisi baru ini, mengubahnya menjadi kebijakan konkret dan langkah nyata, serta bersama-sama membuka babak baru hubungan China-AS," lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump menggelar pertemuan bilateral intensif selama dua jam 15 menit pada Kamis (14/5). Rangkaian agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuil Langit dan jamuan makan malam kenegaraan. Pada Jumat, Trump juga mendapatkan tur privat ke Zhongnanhai, kompleks kantor dan kediaman resmi Xi Jinping serta petinggi Partai Komunis China.
Pertemuan tingkat tinggi ini juga membawa angin segar bagi sektor ekonomi. Sejumlah pengusaha papan atas Amerika Serikat turut mendampingi Trump dalam kunjungan tersebut.
Menurut Wang Yi, Presiden Xi mendorong para pengusaha AS untuk memperkuat kerja sama dengan menegaskan bahwa keterbukaan ekonomi China akan terus diperluas. Komitmen serupa juga diperkuat dalam pertemuan terpisah antara Perdana Menteri China, Li Qiang, dengan para delegasi bisnis tersebut.
"Mereka (para pengusaha) pada umumnya menyatakan sangat menghargai pasar China, berharap memperdalam bisnis, dan terus memperkuat kerja sama. Hal ini menunjukkan China tetap menjadi tujuan penting investasi perusahaan AS," ungkap Wang Yi.
Selain sektor ekonomi, diplomasi kedua negara menyasar akar rumput melalui sektor pendidikan dan budaya. Presiden Xi mendorong program pertukaran pemuda dengan mengundang 50.000 remaja Amerika untuk belajar dan mengikuti pertukaran budaya di China dalam lima tahun ke depan.
Gayung bersambut, Presiden Trump juga menyatakan menyambut baik mahasiswa China yang ingin menempuh studi di Amerika Serikat.
Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
"Pertukaran dua arah semacam ini akan memperluas wawasan kaum muda dan membantu membentuk masa depan hubungan China-AS dengan lebih baik," tegas Wang Yi.
Ia menambahkan bahwa penguatan hubungan antar-masyarakat (people-to-people) telah menjadi konsensus global kedua pemimpin demi kesejahteraan 1,7 billion (miliar) warga di kedua negara.
Di akhir pernyataannya, Wang Yi menegaskan posisi Beijing yang siap bergerak maju. "China bersedia bekerja bersama Amerika untuk melaksanakan dengan baik konsensus penting yang dicapai dalam pertemuan kepala negara," pungkasnya. (Antara)