China Sebut Situasi Timur Tengah Kritis meski Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

China dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, namun peringatkan situasi masih kritis akibat blokade laut di Selat Hormuz dan ancaman militer Teheran.

Elara | MataMata.com
Kamis, 23 April 2026 | 07:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (22/4) /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (22/4) /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China menyatakan dukungannya terhadap perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, Beijing memperingatkan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah masih berada dalam tahap kritis yang mengancam stabilitas global.

"Situasi saat ini berada pada tahap kritis terkait kemungkinan berakhirnya konflik. China mendukung para pihak untuk melanjutkan upaya politik dan diplomatik guna mewujudkan gencatan senjata penuh dan bertahan lama," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan ini merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang masa gencatan senjata—yang semula berakhir pada 22 April—hingga Iran mengajukan "proposal terpadu" untuk mengakhiri perang. Namun, Trump menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan sebagai bentuk tekanan.

Langkah Washington tersebut memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran menolak bernegosiasi "di bawah bayang-bayang ancaman" selama blokade laut masih berlangsung. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan menebar ancaman akan menargetkan produksi minyak di seluruh Timur Tengah jika serangan diluncurkan dari wilayah negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Menanggapi ketegangan yang belum mereda, Guo Jiakun menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah mencegah kembalinya pertempuran. China menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif berdasarkan "proposisi empat poin" Presiden Xi Jinping, yang mengedepankan kedaulatan, hukum internasional di bawah PBB, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Di sisi lain, militer Iran menyatakan dalam posisi siaga penuh. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan pihaknya siap menyerang target yang telah ditentukan jika AS melancarkan serangan baru.

Latar Belakang Ketegangan Konflik terbuka pecah sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, termasuk menyasar Teheran yang menimbulkan korban sipil. Iran membalas dengan menggempur fasilitas militer AS dan wilayah Israel.

Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata dua pekan pada 7 April. Namun, perundingan di Islamabad, Pakistan, pada pertengahan April gagal mencapai kesepakatan permanen. Kegagalan ini memicu Trump memerintahkan blokade pelabuhan Iran sejak 13 April melalui Selat Hormuz—jalur vital yang memasok 20 persen minyak bumi dan LNG global.

Terbaru, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyita kapal dagang Iran, Touska, yang dituduh mencoba menembus blokade di Teluk Oman. (Antara)

Baca Juga: RI Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperk...

news | 06:00 WIB

Indonesia mendorong negara Asia Pasifik menjadi kompas pembangunan global dalam Sidang UNESCAP ke-82 di Bangkok. Simak p...

news | 15:15 WIB

Peneliti BRIN ungkap potensi besar ikan gabus sebagai superfood lokal. Kaya akan albumin untuk penyembuhan luka dan nutr...

news | 14:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menjalani prosesi adat Mansorandak dalam kunjungan perdananya ke Raja Ampat. Simak momen h...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Penasihat Khusus Pertahanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurach...

news | 12:15 WIB

KPK beberkan alasan panggil staf PBNU berinisial SB sebagai saksi kasus korupsi kuota haji yang seret eks Menag Yaqut Ch...

news | 11:30 WIB

Sebanyak 391 jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta resmi diberangkatkan via Bandara Soetta. Simak fasilitas Makkah Rout...

news | 10:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan aturan pajak kendaraan listrik terbaru (Permendagri 11/2026) tidak menambah beban k...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo terima laporan realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun. Simak rincian sektor dan ne...

news | 08:15 WIB

Kemenag bantah keras isu pemerintah ambil alih uang kas masjid. Thobib Al Asyhar tegaskan narasi yang mencatut Menag Nas...

news | 07:00 WIB