Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.107 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari konflik Iran-Israel hingga data pekerjaan AS.

Elara | MataMata.com
Senin, 08 Juni 2026 | 10:30 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.107 per Dolar AS

Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.107 per Dolar AS

matamata.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 71 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp18.107 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan terdahulu, rupiah berada di level Rp18.036 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik baru yang terjadi di Timur Tengah.

"Harga minyak dunia kembali naik akibat eskalasi baru di Timur Tengah, dan kondisi ini turut menekan pergerakan rupiah," kata Lukman saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan laporan Sputnik, ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran menembakkan sejumlah rudal ke wilayah Israel utara pada Minggu (7/6/2026) malam. Serangan tersebut diluncurkan beberapa jam setelah Iran mengancam akan membalas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut, Lebanon, baru-baru ini.

Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya mengonfirmasi bahwa tentara mereka menyerang pinggiran selatan Beirut untuk membalas aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah. Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel tersebut menghantam dua apartemen di kawasan permukiman, meski belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Konflik antara kedua pihak terus memanas seiring intensitas serangan Israel ke puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap harinya. Sebagai respons, Hizbullah melancarkan operasi militer balasan terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan.

Selain faktor geopolitik, Lukman menambahkan bahwa rupiah juga mendapatkan tekanan dari sentimen ekonomi global. Salah satunya adalah rilis data pekerjaan Amerika Serikat, Non-Farm Payrolls (NFP), yang hasilnya jauh lebih baik daripada perkiraan pasar.

"Ada penambahan lapangan kerja yang signifikan, di antaranya dari sektor pemerintah sebanyak 55 ribu pekerjaan, serta sektor rekreasi dan perhotelan sebanyak 70 ribu pekerjaan menjelang momentum Piala Dunia," ujar Lukman.

Melihat kombinasi sentimen global dan geopolitik ini, kurs rupiah hari ini diproyeksikan akan bergerak mendatar (sideways) pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS. (Antara)

Baca Juga: KPK Periksa Direktur Maktour dan Eks Ketum Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB