Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Israel dan Hizbullah sepakat menghentikan permusuhan. Trump menjamin Israel batal kirim pasukan ke Beirut.

Elara | MataMata.com
Selasa, 02 Juni 2026 | 08:30 WIB
Jejak kejahatan Israel: Jalan-jalan wilayah Dahieh yang hancur setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.

Jejak kejahatan Israel: Jalan-jalan wilayah Dahieh yang hancur setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, telah sepakat untuk menghentikan aksi saling serang. Komitmen ini tercapai setelah adanya komunikasi intensif dengan kedua belah pihak.

Melalui platform media sosial Truth Social pada Senin (1/6), Trump mengungkapkan dirinya telah melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pembicaraan tersebut, Trump menerima jaminan bahwa Tel Aviv tidak akan mengirim pasukannya ke Beirut.

"Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan," kata Trump.

Selain berbicara dengan Israel, Trump juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Hizbullah melalui perantara senior. Dari komunikasi tersebut, ia mendapatkan komitmen kuat dari kelompok tersebut untuk menghentikan permusuhan.

"Melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah. Mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," ujar Trump menambahkan.

Kesepakatan ini menjadi angin segar di tengah situasi yang terus memanas. Sebelumnya, Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan ke Lebanon meskipun ada gencatan senjata resmi yang berlaku sejak 17 April. Gencatan senjata tersebut sempat diperpanjang selama 45 hari melalui mediasi tidak langsung oleh AS.

Konflik ini telah menelan korban jiwa yang masif. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, rentetan serangan Israel sejak 2 Maret lalu telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh negeri. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kebakaran hebat melanda pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, menghanguskan sekitar 250 rumah. Pemerintah gerak c...

news | 07:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puji kualitas Marselino Ferdinan 'bagus banget' jelang laga melawan Oman di FIFA M...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar Ekonomi Pancasila saat upacara...

news | 16:49 WIB

KPK menargetkan pelimpahan kasus korupsi kuota haji dengan tersangka eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan setelah mus...

news | 16:46 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Gen Z menjadikan Pancasila sebagai pedoman di era digital untuk menan...

news | 16:42 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan menyejukkan pada puncak perayaan Tri Suci W...

news | 16:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melayat mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum dimakamkan secar...

news | 12:13 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Pancasila sebagai cetak biru ekonomi nasional saat upacara Hari Lahir Pa...

news | 12:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat mendiang Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum menghadiri Upacara Hari L...

news | 10:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat ke kantor Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Rya...

news | 09:15 WIB