Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia

Kemenhaj pastikan kesiapan 15 juta porsi makanan siap santap bercita rasa Nusantara seperti rendang untuk jemaah haji Indonesia jelang puncak haji 2026.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia

Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia

matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan ketersediaan 15 juta porsi makanan siap santap (Ready to Eat) bercita rasa Nusantara bagi jemaah haji Indonesia. Pasokan logistik ini disiapkan khusus untuk menghadapi fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa menu khas seperti rendang sengaja disajikan. Langkah ini diambil untuk mengobati kerinduan jemaah pada Tanah Air, sekaligus memberikan rasa nyaman selama beribadah.

"Dari dapur akan langsung didistribusikan ke seluruh hotel jemaah. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melaksanakan ibadah," ujar Jaenal usai rapat bersama penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5/2026) malam.

Jaenal menjelaskan, pendistribusian makanan siap santap ke seluruh hotel jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

Sementara itu, selama rangkaian puncak haji di Armuzna yang berlangsung dari 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, pasokan konsumsi akan ditangani oleh syarikah (perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi), yaitu Rakeen Mashariq dan Albait Guest.

"Untuk konsumsi dari syarikah ini semua prosesnya sudah selesai dan siap didistribusikan," kata Jaenal menambahkan.

Guna menjaga kualitas, Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan pengawasan ketat. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku hingga memastikan keterlibatan juru masak (chef) asal Indonesia di dapur-dapur penyedia.

Hingga saat ini, pihak penyedia dapur dilaporkan telah memenuhi tiga indikator utama pelayanan, yaitu menjaga autentisitas cita rasa Indonesia, takaran porsi (gramasi) yang sesuai standar, serta ketepatan waktu pengiriman. Kemenhaj menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala demi memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kasatgas PRR Tito Karnavian meminta K/L dan Pemda mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sum...

news | 14:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto memantau langsung karhutla Kalbar via helikopter. Luas kebakaran tembus 38 ribu hektare, TNI-P...

news | 12:20 WIB

Indonesia dan China resmi meluncurkan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama di Jakarta. Menlu Wang Yi sebut RI ...

news | 10:25 WIB

Pemerintah melalui BNPB memastikan pemulihan warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT dikawal tuntas. ...

news | 08:45 WIB

KPK ungkap 3 klaster dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed yang menjerat Rektor Prof. Akhmad Sodiq ...

news | 07:00 WIB