DPR Desak Mitigasi Penerbangan Haji dan Umrah di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi gangguan penerbangan haji dan umrah. Langkah ini diperlukan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berisiko berdampak pada keaman

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Maret 2026 | 09:15 WIB
DPR Desak Mitigasi Penerbangan Haji dan Umrah di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

DPR Desak Mitigasi Penerbangan Haji dan Umrah di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

matamata.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi gangguan penerbangan haji dan umrah. Langkah ini diperlukan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berisiko berdampak pada keamanan wilayah udara.

"Perkembangan situasi ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya dalam memastikan perlindungan jemaah umrah dan calon jemaah haji Indonesia," ujar Dini dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Legislator dari Dapil Jawa Timur II ini menekankan agar negara hadir memberikan jaminan keamanan. Ia meminta pemerintah memastikan jemaah yang sedang maupun akan berangkat ke Arab Saudi memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan transparan.

Mengingat pemberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April mendatang, Dini mendesak optimalisasi Kantor Urusan Haji dan perwakilan RI di Arab Saudi. Hal ini bertujuan agar jemaah mendapatkan pendampingan dan respons cepat jika terjadi situasi darurat.

"Persiapan haji tahun ini harus tetap berjalan optimal namun tetap adaptif terhadap perkembangan global. Kita tidak boleh panik, tetapi tidak boleh lengah. Mitigasi risiko harus disiapkan sejak dini," tegasnya.

Selain itu, Dini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menjamin hak-hak jemaah di tengah ketidakpastian situasi.

10 Komitmen Pemangku Kepentingan Merespons dinamika tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah menggelar pertemuan strategis dengan lintas instansi, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kemenhub, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, maskapai, serta asosiasi PPIU.

Pertemuan tersebut menghasilkan 10 komitmen bersama, di antaranya:

Pembentukan pusat koordinasi terpadu lintas kementerian dan lembaga.

Pertukaran data dan pembaruan informasi rutin terkait penanganan perjalanan umrah.

Baca Juga: KPK: Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Terima Rp46 Miliar dari Proyek Outsourcing

Imbauan dari Kemlu kepada PPIU untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan jemaah umrah sementara waktu hingga ruang udara dinyatakan kondusif.

Pemerintah terus memantau situasi keamanan wilayah udara dari dan menuju Arab Saudi guna memastikan keselamatan seluruh jemaah Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB