Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Zulhas Targetkan Kesejahteraan Nelayan Naik

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) targetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 guna putus rantai tengkulak dan tingkatkan kesejahteraan.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 Juli 2026 | 19:09 WIB
Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Zulhas Targetkan Kesejahteraan Nelayan Naik

Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Zulhas Targetkan Kesejahteraan Nelayan Naik

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Program ini dirancang guna memutus ketergantungan nelayan pada tengkulak dengan memperkuat infrastruktur perikanan dan mendongkrak daya tawar hasil tangkapan.

Hal tersebut disampaikan Zulhas usai menggelar rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (21/7).

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 titik KNMP di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Menurut Zulhas, program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membenahi sistem usaha perikanan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Selama ini, jelas Zulhas, nelayan kerap merugi meski hasil tangkapannya melimpah. Ketiadaan fasilitas penyimpanan membuat mereka terpaksa menjual ikan dengan harga murah sebelum kualitasnya menurun.

"Bayangkan saja nelayan kita yang rajin melaut dan mendapat banyak ikan, namun setibanya di darat mereka tidak memiliki daya tawar sehingga tengkulak leluasa bermain harga," ungkap Zulhas.

Melalui program KNMP, pemerintah menyediakan ekosistem terpadu berupa balai lelang, cold storage (fasilitas pendingin), pabrik es, hingga tambatan kapal.

Infrastruktur ini memberi kebebasan bagi nelayan untuk menyimpan ikannya saat harga pasar sedang anjlok, sekaligus menghubungkan distribusi hasil tangkapan ke pasar yang lebih luas.

"Jadi, kalau nelayan membawa banyak ikan lalu ditawar murah oleh tengkulak, mereka bisa tidak menjualnya dan menyimpannya dulu di cold storage. Jika belum laku juga, koperasi akan membelinya melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tuturnya.

Saat ini, Nilai Tukar Nelayan (NTN) masih berada di angka 103, tertinggal dari Nilai Tukar Petani yang telah melonjak ke angka 127 berkat berbagai program penguatan pertanian.

Namun, sejumlah KNMP yang sudah beroperasi mulai menunjukkan hasil positif, yakni berupa peningkatan produktivitas hingga 30 persen dan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar 5,4 hingga 16 persen.

Zulhas menambahkan, realisasi KNMP akan terus dikebut. Hingga kini, 65 kawasan telah rampung dibangun dan ditargetkan segera menyentuh 100 lokasi dalam waktu dekat.

Pemerintah optimistis apabila program ini berjalan sesuai target, NTN dapat melampaui angka 120 dalam dua tahun ke depan, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi lebih kuat dan berkelanjutan. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB