Kabar Baik! Gus Irfan Tegaskan Kenaikan Biaya Haji Tak Akan Bebankan Jemaah

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan kenaikan biaya penerbangan haji akibat harga avtur tidak akan dibebankan kepada jemaah. Simak skenario biayanya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 09 April 2026 | 06:00 WIB
Kabar Baik! Gus Irfan Tegaskan Kenaikan Biaya Haji Tak Akan Bebankan Jemaah

Kabar Baik! Gus Irfan Tegaskan Kenaikan Biaya Haji Tak Akan Bebankan Jemaah

matamata.com - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemerintah tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran menyusul usulan penyesuaian biaya penerbangan haji dari maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Penyesuaian ini merupakan imbas dari fluktuasi harga avtur akibat situasi geopolitik global.

“Kemarin usulan yang diajukan oleh Garuda maupun Saudia masih menggunakan asumsi harga avtur di atas 100 sen dolar AS per liter. Namun, dengan adanya potensi penurunan harga pasca-gencatan senjata, kami akan sesuaikan kembali,” ujar Irfan Yusuf saat Rakernas Kemenhaj di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/4/2026) malam.

Berdasarkan data Kemenhaj, sebelum terjadi konflik, rata-rata biaya penerbangan per jemaah berada di angka Rp33,5 juta. Namun, kenaikan harga minyak dunia memicu maskapai mengusulkan tambahan biaya yang cukup signifikan.

Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per orang diperkirakan melonjak menjadi Rp46,9 juta atau naik 39,85 persen. Jika dilakukan perubahan rute (rerouting) untuk menghindari wilayah udara konflik, biaya bahkan bisa mencapai Rp50,8 juta per orang, naik sekitar 51,48 persen.

Secara spesifik, Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudia Airlines mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per orang.

Menanggapi hal tersebut, Irfan menekankan bahwa pemerintah tidak serta-merta menerima usulan tersebut. Evaluasi mendalam terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga bahan bakar global dan koordinasi lintas lembaga.

“Kami tidak langsung menerima usulan harga tersebut. Kami akan hitung ulang, komunikasikan dengan maskapai, dan berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR RI,” tegasnya.

Terkait sumber pendanaan untuk menutup selisih biaya tersebut, pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menyebutkan beberapa opsi, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga nilai manfaat dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Bisa APBN atau sumber lain seperti BPKH. Yang jelas, Presiden menginstruksikan jangan sampai dibebankan kepada jemaah. Artinya, pemerintah akan mencarikan alternatif pendanaan di luar biaya yang dibayarkan jemaah,” pungkas Gus Irfan.

Baca Juga: Puan Maharani: Rakyat Butuh Solusi Nyata Hadapi Tren Bencana Alam yang Berulang

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Rangkaian MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika resmi dimulai Jumat (9/10). Cek jadwal FP1, persaingan Jorge Martin...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) 926 di Kalimantan Barat berperan menjaga perta...

news | 08:58 WIB

Pertamina menggandeng Unram untuk melatih warga Desa Kuta Lombok Tengah dalam pengelolaan sampah dan bahasa Inggris menj...

news | 08:15 WIB

Psikolog klinis Miki Amrilya Wardati mengimbau masyarakat segera berkonsultasi ke profesional jika overthinking mulai me...

news | 07:00 WIB

Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla membeberkan kiat menjadi pemimpin bisnis di Makassar Leadership Summit, mulai dari...

news | 06:00 WIB