Kabar Baik! Gus Irfan Tegaskan Kenaikan Biaya Haji Tak Akan Bebankan Jemaah

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan kenaikan biaya penerbangan haji akibat harga avtur tidak akan dibebankan kepada jemaah. Simak skenario biayanya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 09 April 2026 | 06:00 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/6/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/6/2026). ANTARA/Asep Firmansyah

Matamata.com - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemerintah tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran menyusul usulan penyesuaian biaya penerbangan haji dari maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Penyesuaian ini merupakan imbas dari fluktuasi harga avtur akibat situasi geopolitik global.

“Kemarin usulan yang diajukan oleh Garuda maupun Saudia masih menggunakan asumsi harga avtur di atas 100 sen dolar AS per liter. Namun, dengan adanya potensi penurunan harga pasca-gencatan senjata, kami akan sesuaikan kembali,” ujar Irfan Yusuf saat Rakernas Kemenhaj di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/4/2026) malam.

Berdasarkan data Kemenhaj, sebelum terjadi konflik, rata-rata biaya penerbangan per jemaah berada di angka Rp33,5 juta. Namun, kenaikan harga minyak dunia memicu maskapai mengusulkan tambahan biaya yang cukup signifikan.

Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per orang diperkirakan melonjak menjadi Rp46,9 juta atau naik 39,85 persen. Jika dilakukan perubahan rute (rerouting) untuk menghindari wilayah udara konflik, biaya bahkan bisa mencapai Rp50,8 juta per orang, naik sekitar 51,48 persen.

Secara spesifik, Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudia Airlines mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per orang.

Menanggapi hal tersebut, Irfan menekankan bahwa pemerintah tidak serta-merta menerima usulan tersebut. Evaluasi mendalam terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga bahan bakar global dan koordinasi lintas lembaga.

“Kami tidak langsung menerima usulan harga tersebut. Kami akan hitung ulang, komunikasikan dengan maskapai, dan berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR RI,” tegasnya.

Terkait sumber pendanaan untuk menutup selisih biaya tersebut, pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menyebutkan beberapa opsi, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga nilai manfaat dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Bisa APBN atau sumber lain seperti BPKH. Yang jelas, Presiden menginstruksikan jangan sampai dibebankan kepada jemaah. Artinya, pemerintah akan mencarikan alternatif pendanaan di luar biaya yang dibayarkan jemaah,” pungkas Gus Irfan.

Baca Juga: Puan Maharani: Rakyat Butuh Solusi Nyata Hadapi Tren Bencana Alam yang Berulang

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti hampir 700 bencana alam yang terjadi di awal 2026. Ia mendesak pemerintah memberika...

news | 15:15 WIB

Jusuf Kalla (JK) datangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan fitnah aliran dana Rp5 miliar terk...

news | 14:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala BIN Muhammad Herindra untuk membahas persiapan Sidang TPA dan isu st...

news | 13:00 WIB

Pertamina Patra Niaga JBT imbau warga waspadai elpiji oplosan pasca-pengungkapan kasus di Jateng. Simak cara cek segel h...

news | 12:12 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan harga pupuk subsidi tidak naik meski Selat Hormuz ditutup. Stok nasional aman 1,29 j...

news | 11:00 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyatakan pembahasan status Bulog menjadi badan otonom masih menunggu keputusan ...

news | 10:15 WIB

Pemerintah resmi menetapkan HPP gabah Rp6.500/kg melalui Inpres No. 4 Tahun 2026. Stok beras nasional kini tembus rekor ...

news | 09:30 WIB

KPAI desak Badan Gizi Nasional investigasi transparan kasus keracunan 72 siswa dalam program Makan Bergizi Gratis di Jak...

news | 08:30 WIB

Rusia dan China resmi gunakan hak veto untuk memblokir resolusi DK PBB terkait keamanan navigasi di Selat Hormuz yang di...

news | 07:15 WIB

China ingatkan DK PBB agar resolusi terkait Timur Tengah tidak dijadikan alat legitimasi agresi militer AS dan Israel di...

news | 06:00 WIB